Berita Surabaya

Review Food Blogger soal Kue Chantily Blossom & Dark Nougat Breadtalk di Pakuwon Mall Surabaya

Breadtalk Pakuwon Mall Surabaya hari ini, Selasa (30/7/2019) merilis Chantily Blossom dan Dark Nougat.

Review Food Blogger soal Kue Chantily Blossom & Dark Nougat Breadtalk di Pakuwon Mall Surabaya
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Ester Paula, food blogger asal Sidoarjo, sedang membuat konten dalam blogger gathering di Breadtalk Pakuwon Mall, Selasa (30/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Breadtalk Pakuwon Mall Surabaya hari ini, Selasa (30/7/2019) merilis Chantily Blossom dan Dark Nougat. Dua kue dalam Japanesse Series yang baru akan berada di seluruh toko kue Breadtalk pada Agustus mendatang.

Dalam acara tersebut, hadir Ester Paula. Ia merupakan salah satu food blogger yang mulai aktif sejak satu setengah tahun lalu.

Ester tampak asik dengan beberapa kue yang disajikan didepannya, ponsel, juga kameranya. Walaupun benda tidak bergerak, menurutnya memotret makanan juga perlu perhatian khusus.

"Kalau aku, sebelum motret itu harus memikirkan dulu angle mana yang membuat makanan itu tampak enak. Nah setelah ketemu, baru dicoba praktikan, tapi nggak sekali dua kali langsung berhasil gito fotonya. Harus coba beberapa kali," ujar Ester.

Ester pun biasa menyesuaikan jenis makanan dengan konten yang akan dibuat. Biasanya, dalam acara food blogger gathering, ia akan membuat konten foto atau video mukbang (siaran makan).

"Kalau makanan yang menariknya saat dimakan, contoh mie atau makanan dengan keju mozarella, itu kan memvisualkan makananya lebih bagus divideo. Molornya keju atau empuknya mie akan lebih bagus kalau penonton melihatnya secara real, jadi biasanya aku buatkan video mukbang," papar Ester.

Kalau cake seperti ini, imbuhnya, ia akan lebih membuat konten foto. Sebab bentuk kue yang cantik, menurutnya cukup digambarkan dalam foto saja.

Beda lagi Budi Utomo, food blogger yang akrab disapa Boo itu mengaku menjadikan caption panjang sebagai khas dari konten-konten makanannya.

"Biasanya aku akan lebih banyak cerita di caption. Isinya mengenai pengalaman makan, bagaimana suasananya, bahkan plus minus dari resto atau makanan di resto yang aku datangi juga akan kutulis," jelas Boo.

Saat menbuat konten makanan, Boo mengaku memiliki tips yang selalu menjadi pegangannya.

"Kalau aku, tipsnya, kalau menurutmu visualnua kurang menarik, bikin caption yang menggambarkan makanan itu dengan baik. Kalau kamu nggak mau bikin caption yamg baik, ya buatlah gambar yang menarik," tuturnya.

Boo pun menambahkan, sebaiknya jangan melebih-lebihkan sesuatu dalam memposting restoran atau makanan. Sebab, orang akan kecewa apabila yang dilihatnya dalam konten kita, berbanding terbalik dengan kenyataannya.

"Kita juga harus jujur dalam membuat konten makanan, tapi, sampaikan dengan baik," ujar Boo.

Sebab, dua setengah tahun menjadi food blogger, ia merasa tantangan menjadi seorang foodies bukanlah membuat makanan terlihat 100 persen enak. Melainkan bagaimana mengekspresikan pengalaman makan dengan sebenar-benarnya dengan cara yang baik.

Sehingga, apa yang kita posting bermanfaat bagi pecinta kuliner dan pemilik bisnis makanan yang diulasnya dalam tulisan, foto, maupun video.

Penulis: Hefty's Suud
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved