Penjual Makanan Mitra Grab Food Jadi Korban Penipuan Online. Rugi Hingga Rp40 Juta

Dari bukti yang dikirimkan, pihak Grab kemudian mengganti ongkos yang telah dikeluarkan oleh driver Drab untuk pembelian tersebut.

Penjual Makanan Mitra Grab Food Jadi Korban Penipuan Online. Rugi Hingga Rp40 Juta
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Rizky Reswandi dan Fitria Dwi Astuti pemilik warung makanan Bebek Cipuk yang merasa ditipu order fiktif di Kota Malang, Rabu (31/7). 

Karena di struk tersebut tertera tulisan nama warungnya, dan pada saat itu sedang tutup.

"Dan ternyata, si penipu ini telah mencetak bukti struk pembayaran menggunakan aplikasi kasirpintar.co.id. Warung saya telah didaftarkan," terangnya.

Dengan bukti struk tersebut, kemudian digunakan untuk dikirimkan ke pihak Grab untuk bukti transaksi pembelian.

Sehingga, dari bukti yang dikirimkan, pihak Grab kemudian mengganti ongkos yang telah dikeluarkan oleh driver grab untuk pembelian tersebut.

"Jelas kami dirugikan, terus kami laporkan kepada Grab untuk proses penutupan ini, namun masih belum ada jawaban," ucapnya.

Fitria mengatakan, atas kejadian ini si penipu diuntungkan dengan promo sebesar 40 persen yang disediakan oleh Grab.

Dan dari keterangan struk tersebut menunjukkan bahwa orderan selalu di angka Rp 125 Ribu.

"Mereka memanfaatkan promo ini. Dia order jadi kan kena Rp 75 ribu karena diskon Rp 50 ribu. Jadi kan si penipu ini untung. Kami duga ada kongkalikong di sini. Dan kami harus membayar 25 persen kepada Grab. Total 40 Juta dipotong 25 persen jadinya berapa? Ya saya rugi. Lagian warung saya tutup," terangnya.

Atas kejadian itu, akhirnya Fitria dan suaminya Rizky melaporkan kejadian ini ke Polres Malang Kota.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna belum banyak memberikan konfirmasi terkait ini karena masih belum melihat detail kronologi laporan.

Namun demikian, pihaknya akan tetap menindaklanjuti kasus ini karena sudah ada pelaporan.

"Untuk pendalaman akan saya cek lagi karena ini masih di Polda Jatim. Seharusnya mereka harus laporan dulu ke pihak Grab terkait kasus ini. Nanti akan kami lanjuti," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan,  belum dapat konfirmasi dari pihak Grab.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved