Jelang Jamu Persipura, Persebaya Terus Matangkan Finishing
Persebaya terus mematangkan penyelesaian akhir atau finishing jelang menjamu Persipura Jayapura, laga pekan ke-11 Liga 1 2019 di stadion GBT.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA – Persebaya terus mematangkan penyelesaian akhir atau finishing jelang menjamu Persipura Jayapura, laga pekan ke-11 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (2/8/2019).
Menu tersebut menjadi fokus utama setelah beberapa laga terakhir Persebaya kurang maksimal memanfaatkan peluang. Empat laga terakhir, Persebaya hanya bisa ciptakan tiga gol.
“Karena itu (penyelesaian akhir) kelemahan kami, setiap pertandingan itu, mudah-mudahan dengan drilling ini bisa teratasi, karena kami banyak ciptakan peluang, tapi ke gawang susah sekali,” terang Djanur usai memimpin latihan tim di Lapangan Polda Jatim, Rabu (31/7/2019).
Djanur mengatakan, meski penyelesaian akhir perlu terus dievaluasi, namun timya sejauh ini sudah cuku produktif. Buktinya, mereka berhasil menempati posisi keempat dalam daftar tim pencetak gol terbanyak di Liga 1 2019 sementara ini.
Sayang, banyaknya jumlah gol yang tercipta berbanding lurus dengan gol yang bersarang ke gawang Persebaya yang sudah mencapai 14 gol.
“Cuma kemasukan banyak, seperti tahun lalu, kemasukan banyak. Artinya kami lumayan produktif dibandingkan yang lain,” tambah pelatih 60 tahun tersebut.
Meski tergolong produktif, Djanur menilai, lini depan masih tergolong belum maksimal ciptakan gol.
“Tapi tetep, dibandingkan peluang yang tercipta, banyak terbuangnya, itu yang saya perlu perbaiki lagi,” tambah Djanur.
Terlebih, lawan yang akan dihadapi kali ini, Persipura Jayapura, sedang dalam performa terbaik setelah kembali ditangani Jacksen F Thiago, dua laga terakhir selalu raih poin sempurna dengan catatan clean sheet.
Tentang catatan tersebut, Djanur akui karena racikan ampuh Jacksen yang sebelumnya pernah sukses bawa tiga gelar bagi Persipura dibawah stategi pelatih asal Brasil tersebut.
Jacksen persembahkan tiga gelar bagi Persipura Juara di Liga Super Indonesia (2008-2009), 2010-2011, juga musim 2012-2013.
“Saya melihatnya itu sentuhan Jacksen yang sudah hafal karakter Persipura. Dan biasa, setiap pergantian pelatih baru selalu ada itu (semangat baru pemain) itu hal positifnya,” pungkas Djanur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/persebaya-memperkuat-penyelesaian-akhir-jelang-lawan-persipura.jpg)