Forum RTRW Surabaya Sebut Nawardi Pantas Jadi Pengganti Risma

Sejumlah Ketua RT dan RW di Surabaya menyebut Ahmad Nawardi pantas menjadi Walikota Surabaya. Berikut sosoknya...

Forum RTRW Surabaya Sebut Nawardi Pantas Jadi Pengganti Risma
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ahmad Nawardi (kedua dari kiri) ketika berada di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah Ketua RT dan RW di Surabaya menyebut Ahmad Nawardi pantas menjadi Walikota Surabaya. Nawardi dinilai memiliki sejumlah bekal untuk menggantikan Walikota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini.

Penjelasan ini di antaranya datang dari Heru Purnomo, Ketua Forum RTRW Kecamatan Tegalsari. Heru menilai Nawardi cocok dengan lingkungan Surabaya yang memiliki latar belakang cukup beragam.

"Bagi kami Pak Nawardi adalah orang sosial," kata Heru kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (31/7/2019.

Latar belakang Nawardi yang juga kini menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim serta pernah besar di media, membuatnya optimistis Nawardi dapat menyerap aspirasi kelas bawah.

"Beliau orangnya supel. Dan sering muncul di media," katanya.

Tak hanya itu, Nawardi juga dikenal dekat dengan kalangan RT/RW dengan menjabat Ketua Forum RTRW Kota Surabaya. Sehingga, komunikasi dalam menyerap aspirasi dinilai akan lebih mudah dengan melakukan pendekatan komunikasi langsung.

"Beliau terbiasa menyerap aspirasi masyarakat melalui forum RT/RW di Surabaya," kata Ketua RT 9, RW,3 Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari ini.

Selain itu, Nawardi juga dikenal memiliki basis masa yang konkret. "Sehingga, kemungkinan ibu-ibu pengajian dan emak-emak PKK juga akan menjadi relawan beliau. Apalagi, orangnya santai dan bijak," katanya.

Hal senada dikatakan Zaenal Ishom, Ketua Forum RTRW Surabaya Utara. Pengalaman Nawardi yang terpilih dua periode sebagai senator di DPD RI (2014-2019 dan 2019-2024) menjadi bukti loyalitas pendukung. "Beliau senator dua periode. Menurut saya itu luar biasa," kata Zaenal.

Selain itu, Nawardi yang terpilih sebagai senator dari luar partai atau jalur perorangan juga dianggap tak memiliki beban politik. Baginya, figur independen seperti Nawardi akan lebih mudah dalam mengesekusi program kebijakan pemerintah.

Hal ini berkaca dengan kepemimpinan Risma yang dinilai tak mementingkan partai tertentu. "Ibu Risma kan dulu, juga sempat mau mengumpulkan KTP (untuk pencalonan melalui independen). Namun, pada akhirnya dipinang PDI Perjuangan," kenangnya.

Seorang ekskutor non partai akan lebih leluasa dalam memberikan program pro rakyat. "Nggak banyak ngomong, apapun pekerjaannya dilakukan," katanya.

Termasuk, soal alokasi anggaran pembangunan di masing-masing RW. "Perlu adanya komitmen soal itu. Yang ada saat ini, sebaiknya ditingkatkan. Di dalam menyediakan anggaran pembangunan juga harus disesuaikan dengan jumlah penduduknya agar maksimal," tegas Ketua RW 6 ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved