4 Fakta Ular Death Adder yang Tewaskan Anggota Brimob Bripka Desri di Papua, Antibisa Rp 80 Juta

Sempat dikabarkan Bripka Desri Sahroni gugur karena digigit ular derik. Namun dibantah Pakar toksinologi Dr dr Tri Maharani dan Panji Petualang.

4 Fakta Ular Death Adder yang Tewaskan Anggota Brimob Bripka Desri di Papua, Antibisa Rp 80 Juta
instagram
4 Fakta Ular Death Adder yang Tewaskan Anggota Brimob Bripka Desri di Papua, Antibisa Rp 80 Juta 

SURYA.CO.ID - Gugurnya anggota Brimob Polda Papua, Bripka Desri Sahroni akibat digigit ular menjadi sorotan publik. 

Sempat dikabarkan Bripka Desri Sahroni gugur karena digigit ular derik. 

Namun hal ini dibantah Pakar toksinologi dan bisa ular Dr dr Tri Maharani, M.Si SP serta pegiat alam dan presenter petualangan, Panji Petualang

Keduanya kompak menyebut ular yang menggigit Bripka Desri Sahroni adalah  death Adder Papua (acanthopis Sp).  

Berikut fakta-fakta mengenai ular death adder yang diungkap dr Tri Maharani seperti dikutip dari kompas.com.

1. Sifat neurotoksin yang hebat

Dikatakan dr Tri, bentuk ular yang menggigit Bripka Desri memang menyerupai ular derik seperti yang dikabarkan sebelumnya. 

"Tapi bukan, namanya death adder. Sifatnya beda, neurotoksinnya amat sangat kuat sekali. Menyebabkan gagal napas, gagal jantung, sehingga tingkat kematian tinggi," kata Tri saat diwawancara Kompas.com, Selasa (30/7/2019) sore.

2. Bisa Tidak Menyebar Lewat Pembuluh Darah

Satu-satunya dokter dari Indonesia yang turut dalam tim pembuat pedoman penanganan gigitan ular berbisa dari lembaga kesehatan dunia atau WHO ini menuturkan, bisa ular jenis death adder tidak menyebar melalui aliran darah, melainkan kelenjar getah bening.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved