Berita Pasuruan

Respons Pemkab Pasuruan terkait Bangunan Wisata Keluarga di Kawasan Prigen Diduga Kuat Tak Berizin

Terbaru sebuah bangunan berdiri di kawasan wisata keluarga Prigen atau kawasan wisata di Kabupaten Pasuruan.

Respons Pemkab Pasuruan terkait Bangunan Wisata Keluarga di Kawasan Prigen Diduga Kuat Tak Berizin
SURYAOnline/galih lintartika
Sebuah bangunan berdiri di kawasan wisata keluarga Prigen Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN  - Banyak perusahaan di Pasuruan diduga kuat nakal dan faktanya tumbuh subur. Terbaru sebuah bangunan  berdiri di kawasan wisata keluarga Prigen atau kawasan wisata di Kabupaten Pasuruan.

Sayangnya, diduga kuat bangunan itu juga belum mengantongi perizinan yang lengkap. Bangunan ini berdiri Jalan Raya Prigen, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di depan Koramil Prigen.

Informasi di lapangan, perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Konsepnya, akan ada wisata keluarga dan edukasi di sana.

Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA) Kabupaten Pasuruan Lujeng Sudarto menjelaskan, bangunan ini berdiri di jalur wisata yang notabene padat kendaraan.

Dijelaskan dia, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan. Apalagi, bangunan ini mirip zoo dilengkapi dengan Resto yang tentunya akan menimbulkan masalah sarana ruang parkir.

"Melihat kerangka bangunan yang kini hampir rampung, berpengaruh kepada arus lalu lintas di kawasan wisata Prigen. Apalagi di jalur tersebut selama ini menjadi salah satu titik kemacetan," kata dia.

Bisa dibayangkan, kata Lujeng, jika sudah beroperasi, banyak kendaraan yang tidak sesuai kelas jalan keluar masuk perusahaan.

"Belum lagi bangunan tersebut bisa mempengaruhi estetika kota ini semakin tidak tertata. Makanya kita pertanyakan izinnya. Baik IMB, parkirnya (Amdalalin), Amdalnya dan Tata Ruangnya Kok bisa keluar izin bangunan di lokasi seperti itu," jelasnya.

Karena itu, dia meminta agar OPD terkait baik Dishub, Dinas Pariwisata, Dinas Perijinan dan lainnya bisa mengevaluasi perizinannya. Sebab, Pasuruan ini punya aturan yang memperbolehkan investor membangun atau tidak di kawasan wisata.

"Apalagi bisa membahayakan dan menimbulkan dampak bagi kenyamanan dan keamanan masyarakat ke depannya. Kita minta ini jadi perhatian khusus Pemkab," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved