Pertamina Sebut Jika Kilang Minyak Tuban Beroperasi Bisa Kurangi Impor

Kilang minyak Pertamina di TUban diyakini akan mampu mengurangi impor minyak dalam negeri jika sudah beroperasi

Pertamina Sebut Jika Kilang Minyak Tuban Beroperasi Bisa Kurangi Impor
istimewa
Kondisi kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu 

SURYA.co.id | TUBAN - Pertamina dan Grass Root Refinery (GRR), perusahaan minyak asal Rusia, akan mendirikan kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Kilang minyak yang meliputi Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng tersebut diyakini akan mampu mengurangi impor minyak dalam negeri.

Manager Communication & CSR MOR V, Rustam Aji, mengatakan kilang minyak di Tuban ini nanti berkapasitas produksi 300 ribu barel per hari (BPH). Dengan kapasitas pengolahan tersebut, maka tentu akan mengurangi kuota impor sebagaimana selama ini yang masih berlangsung.

"Kalau beroperasi tentu akan mengurangi kuota impor," kata Rustam saat memberikan materi di Balongan, Indramayu, Selasa (30/7/2019).

6 Kilang Minyak Pertamina Hasilkan 1 Juta Barel Per Hari, Dijadikan BBM, Pelumas, dan Aspal

Dia menjelaskan, konsumsi BBM dalam negeri sekarang yaitu 1,4 juta BPH.

Sementara itu dari enam kilang milik Pertamina yang sudah beroperasi berkapasitas 1 juta BPH, namun yang jadi minyak hanya Rp 800 ribu BPH atau 80 persennya. 

Sisanya sekitar 600 ribu barel masih impor.

Dengan adanya kilang Tuban, nanti maka impor akan berkurang.

"Semoga kilang minyak segera beroperasi, kemungkinan sekitar 2025 beroperasi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Penlok kilang minyak dari Pemprov Jatim digugat dan dimenangkan warga di PTUN Surabaya.

Saat ini pihak Pemprov Jatim yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan upaya kasasi di Mahkamah Agung.

Hingga saat ini hasil kasasi belum diketahui.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved