Berita Sampang

Kasus Pura-pura Mati Robi Anjal, Pihak Ponpes Karongan: Ngapain Ngurus Orang yang Tidak Normal

KH Fauroq Alawi: Peristiwa itu akan mencoreng namanya sendiri, itu tidak ada gunanya karena saya nilai Robi Anjal merupakan orang yang tidak normal

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
KH Fauroq Alawi saat di temui ke kediamannya di Ponpes Karongan Desa Tanggumong Kecamatan/Kabupaten Sampang, Selasa (30/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

SURYA.co.id | SAMPANG - Viralnya peristiwa pria berpura-pura meninggal tidak membuat pihak Ponpes Karongan Desa Tanggumong Kecamatan/Kabupaten Sampang kesal.

Pasalnya, pihak ponpes menilai bahwa peristiwa yang ditimbulkan oleh Robi Anjal, warga Pontianak,Kalimantan barat itu suatu kegiatan yang akan merugikan pihaknya sendiri.

Saat di temui ke kediamannya, KH Fauroq Alawi mengatakan, bahwa kejadian yang di timbulkan Robi Anjal tidak akan mencoreng nama baik Ponpes Karongan.

KH Fauroq Alawi: Kasus Pura-pura Mati Robi Anjal Cuma Cari Sensasi dengan Membawa Nama Besar Kiai

"Peristiwa itu akan mencoreng namanya sendiri, itu tidak ada gunanya karena saya nilai Robi Anjal merupakan orang yang tidak normal," ujarnya, Selasa (30/7/2019).

"Maka dari itu Polres Sampang langsung memulangkan dia ke Kalimantan, karena percuma, ngapain masih ngurus orang yang tidak normal," imbuhnya.

Ia pun menuturkan, seumpama orang itu normal pihaknya akan menuntut karena sudah mencemari nama baik Ponpes.

"Seumpama orang itu wirausahawan besar pasti sudah saya tuntut dengan nominal uang minimal Rp 1 miliar," tuturnya.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa kasus itu merupakan rekayasanya Robi Anjal sendiri untuk mencari eksistensi.

"Dia bersandiwara sendiri, karena tidak ada gunanya seumpama kita ikut-ikutan dalam drama itu," jelasnya.

Tidak hanya itu, KH Fauroq Alawi mengaku bahwa pihaknya tidak merasa membantu membiayai uang ambulance.

Karena saat ambulance berada di ponpes Karongan untuk mengantarkan Robi Anjal, pihaknya menanyakan kepada orang yang mengendarai ambulance dan pihak ambulance itu dinilai kebingungan saat di tanya.

"Ketika kami tanya pihak ambulance waktu itu merasa kebingungan dan mereka sepertinya ingin cepat-cepat bergegas meninggalkan Ponpes," pungkasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved