Gunakan Uang Rupiah sebagai Mahar Pernikahan Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar, Hal-hal Ini Perlu Waspadai

Gunakan Uang Rupiah sebagai Mahar Pernikahan Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar, Hal-hal Ini Perlu Waspadai

Gunakan Uang Rupiah sebagai Mahar Pernikahan Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar, Hal-hal Ini Perlu Waspadai
Kolase Tokopedia via Google
Gunakan Uang Rupiah sebagai Mahar Pernikahan Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar, Hal-hal Ini Perlu Waspadai 

SURYA.co.id - Tren menggunakan uang sebagai mahar pernikahan memang marak dilakukan masyarakat, terlebih saat ini banyak jasa yang menerima custom berbagai bentuk mahar dari uang. 

Namun, kini Bank Indonesia ( BI) mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kualitas uang rupiah. 

Hal ini lantaran menggunakan uang sebagai mahar pernikahan berpotensi merusak kualitas.

" Mahar dengan uang rupiah yang dibentuk bermacam-macam bisa merusak kualitas uang tersebut," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Surakarta Bakti Artanta di Solo, Jawa Tengah, Senin (29/7/2019) dikutip dari Kompas.com artikel 'Merusak Rupiah karena Dijadikan Mahar, Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar'.

Namun, ia menambahkan jika mahar tersebut tidak merusak kualitas uang rupiah maka tidak masalah.

Ilustrasi
Ilustrasi (surya/kompas.com)

"Tetapi permasalahannya kan dalam pembuatan mahar selama ini uang rupiah yang digunakan selalu dilipat, distaples, bahkan dilem. Ini yang tidak boleh karena dapat merusak uang tersebut, khususnya uang kertas," ucapnya.

Ia lantas menyebutkan jika ada sanksi yang akan dikenakan oleh pelanggar, yakni sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Larangan Masyarakat Untuk Merusak Uang Kertas.

"Mereka yang kedapatan merusak uang rupiah dapat dikenakan ancaman pidana 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar," katanya.

Sebagai alternatif untuk mahar dengan menggunakan uang kata dia, BI sudah menyiapkan uang sendiri.

"Uang itu biasanya berbentuk unik karena masih utuh dalam wujud dua atau tiga lebar yang belum dipotong," sebutnya.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved