Advertorial

Giatkan Penyebaran Informasi Keimigrasian, Kanim Surabaya Gelar Diseminasi ke PT Tjiwi Kimia

Imigrasi Surabaya adakan diseminasi peraturan keimigrasian pada penggunaan tenaga di PT Tjiwi Kimia Mojokerto

Giatkan Penyebaran Informasi Keimigrasian, Kanim Surabaya Gelar Diseminasi ke PT Tjiwi Kimia
Istimewa
Imigrasi Surabaya adakan diseminasi peraturan keimigrasian pada penggunaan tenaga di PT Tjiwi Kimia Mojokerto, dengan salah satu bahasan yakni izin tinggal keimigrasian, Selasa (16/7/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Tak hanya pada layanan paspor, Kantor Imigrasi rambah ruang lingkup penyebaran informasi keimigrasian. Kali ini, Imigrasi Surabaya adakan diseminasi peraturan keimigrasian pada penggunaan tenaga di PT Tjiwi Kimia Mojokerto, dengan salah satu bahasan yakni izin tinggal keimigrasian, Selasa (16/7/2019).

Kegiatan diselenggarakan di Ruang Rapat Tjiwi Kimia Mojokerto dihadiri oleh Barlian selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya ini, secara resmi dibuka oleh Gijan Ongkoredjo, direktur dan Senior Manager Public Relation PT. Tjiwi Kimia. Diawali dengan laporan Gijan terkait pelaksanaan sosialisasi ini, kemudian acara berlanjut dengan sambutan dari Kakanim Surabaya, Barlian.

Dalam sambutannya, Barlian menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini mempunyai tujuan untuk sharing ilmu terkait keimigrasian khususnya izin tinggal sehingga pihak perusahaan dalam hal ini Tjiwi Kimia lebih mengerti apa yang harus dipersiapkan jika berencana mendatangkan Tenaga Kerja Asing. Tak lupa, beliau mengingatkan terkait isi pidato Presiden Jokowi khususnya pada poin 4 yaitu tidak ada yang mempersulit proses perizinan dalam investasi, mindset pada birokrasi harus diubah sehingga tidak ada proses yang berbelit-belit.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Nanang Mustofa, selaku Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Acara yang diikuti oleh para karyawan karyawati PT Tjiwi Kimia dan diikuti juga oleh tenaga kerja asing yang aktif bekerta di Perusahaan tersebut.

Dalam materinya, Nanang menekankan tentang Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 16 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Visa dan Izin Tinggal Tenaga Asing.

Selain itu, bahasan juga menitikberatkan pada kewajiban yang harus dipenuhi jika menggunakan atau mempekerjakan Tenaga Kerja Asing dan juga melindungi hak Warga Negara Asing yang bekerja di wilayah Indonesia. Sehingga diharapkan penggunaan Tenaga Kerja Asing yang sesuai prosedur di Wilayah Indonesia dapat memberikan dampak perkembangan dan kemajuan dibidang ekonomi bagi Republik Indonesia.

Kegiatan interaktif pada sesi tanya jawab berlangsung dengan antusiasme peserta. Mulai dari pertanyaan oleh WNA yang menanyakan penggunaan izin tinggal hingga para WNI yang menanyakan bagaimana cara mengundang orang asing ke Indonesia.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait peraturan keimigrasian terutama terkait tenaga kerja asing. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved