Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Usulkan 3 Jenis Harga Garam untuk Penentuan Standar Harga ke Kemendag

ada tiga jenis garam yang sudah diajukan ke Kementerian Perdagangan terkait penentuan harga garam di Madura khususnya di Pamekasan

Bupati Pamekasan Usulkan 3 Jenis Harga Garam untuk Penentuan Standar Harga ke Kemendag
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Petani Garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Murahnya harga garam yang dikeluhkan oleh sejumlah petani garam di Kabupaten Pamekasan ditanggapi oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. Pasalnya, saat ini harga garam yang beredar di kalangan petani garam khususnya di setiap wilayah Pamekasan, harga per kilonya tidak sama.

Ada yang dibeli sekitar Rp 250-300 rupiah per kilonya dan ada juga yang dibeli Rp 400-450 rupiah per kilonya. Baddrut mengaku ada tiga jenis garam yang sudah diajukan ke Kementerian Perdagangan terkait penentuan harga garam di Madura khususnya di Pamekasan, yakni jenis garam KW1, KW2 dan KW3.

"Harapan kita yang KW1 itu nanti yang dibeli Rp 1.200 per kilonya, yang KW2 bisa dibeli Rp 900 kira-kira begitu hitungannya," kata Baddrut, Selasa (30/7/2019).

"Nah kementrian perdagangan punya rumus terkait menentukan harga garam itu. Kita juga punya rumus yaitu untuk membela rakyat petani garam," sambungnya.

Baddrut menuturkan intinya pemerintah sekarang mau membela petani garam.

"Dari seluruh Bupati di Madura, sebenarnya sudah berkirim surat ke Pemrintah Pusat dan Pemerintah Perdagangan untuk kemudian membuat kesepekatan berkaitan dengan standard minimal harga garam, khususnya di wilayah Madura," tegasnya.

"Usulan kita minimal harganya Rp 1.200 rupiah per kilo," tambahnya.

Selain itu, Baddrut Tamam mengungkapkan, untuk harga standard minimal harga garam di kalangan petani garam, khususnya di Kabupaten Pamekasan, yang menentukan bukan pemkab.

"Kalau standard minimal harga garam itu sudah ada, insyaallah ke depan semua petani Garam di Madura untuk bertani garam itu sudah tenang," ujarnya.

Baddrut Tamam menyatakan jika yang dilakukan pihaknya bersama dengan empat bupati di Madura, merupakan wujud pembelaan kepada rakyat terkait anjloknya harga garam di tahun ini.

"Ini kami lakukan untuk pembelaan kepada petani garam," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunMaduram.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved