Travel

Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Bromo, Bagaimana Nasib Pelaku Jasa Jeep?

Pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo sudah masuk dalam pengembangan wisata di gunung

Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Bromo, Bagaimana Nasib Pelaku Jasa Jeep?
surya.co.id/benni indo
Sejumlah jeep melintas di kawasan Gunung Bromo, TNBTS, Kabupaten Probolinggo. 

SURYA.co.id | MALANG - Pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo akan dikaji ulang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjelaskan, ada dua kajian dalam pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo.

Kajian yang pertama bersifat pre-feasibility study dan yang kedua ialah feasibility study.

"Kalau masih pre bentuk kajiannya itu tidak begitu detail. Kita lihat rona lingkungan dan konsekuensi umum sebelum data primernya kita ambil. Jadi tahapan ini harus dilakukan dalam kegiatan apapun, terutama yang berhubungan dengan alam," terangnya di acara Konferensi Wilayah GP Ansor yang digelar di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7/2019).

Pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo sudah masuk dalam pengembangan wisata di gunung yang terletak di empat daerah tersebut, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.

Untuk itu, kajian kelayakan ini termasuk dalam proses pematangan yang dilakukan Pemrov Jatim dalam pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo ini.

"Kemarin Sabtu (27/7/2019), saya bersama Bapak Menteri Bapennas mengikuti Jazz Gunung, lapor ke Gubernur, jadi salah satu opsi ini akan kita matangkan," ucapnya.

Tak hanya itu, Emil Dardak juga meminta kepada masyarakat terutama kepada para pelaku jasa Jeep di kawasan Bromo agar tidak khawatir.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan kereta gantung tidak akan mengancam pelaku jasa jeep.

Kata Emil, semua keputusan pemerintah terkait dengan rute dan sebagainya sudah dipikirkan secara bersama.

"Jasa Jeep masih sangat diperlukan, karena kabelnya kan tidak lewat lautan pasir. Kita hanya ingin masyarakat dapat pencaharian. Cuma kapasitasnya yang sangat terbatas saya merasakan perlu adanya strategi baru lagi," ujarnya.

Selain itu, Pemrov Jatim rencananya juga akan menambah lagi spot-spot baru yang ada di TNBTS.

Emil juga telah mengadakan diskusi dengan para pelaku industri wisata di Gunung Bromo untuk mulai dikembangkan.

"Dari hasil diskusi, selain penanjakan ada poin-poin baru biar wisatawan yang datang ke sana tidak menumpuk. Tinggal aksesnya saja yang nanti akan kami rancang," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved