Polri : Iklan Perempuan Rela Digilir Adalah Penyebaran Hoaks, Sebut Modus Tekan Konsumen

Pihak Polri angkat bicara soal ' Iklan Perempuan Rela Digilir'. Menurut Polri, tindakan itu masuk kategori penyebaran berita bohong atau hoaks.

Polri : Iklan Perempuan Rela Digilir Adalah Penyebaran Hoaks, Sebut Modus Tekan Konsumen
net
Ilustrasi Fintech 

Pihak Polri angkat bicara soal ' Iklan Perempuan Rela Digilir'

Menurut Polri, tindakan itu masuk kategori 

Penyebaran berita bohong atau hoaks

-----------------------------------------

SURYA.co.id | JAKARTA - Kategori penyebaran berita bohong soal ' Iklan Perempuan Rela Digilir' diungkapkan oleh Brigjen Pol Dedi Prasetyo Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri.

Menurut Dedi, tindakan oknum perusahaan jasa keuangan berbasis online atau fintech yang mengiklankan nasabahnya dengan istilah "bersedia digilir demi melunasi utang" masuk kategori melawan hukum.

Menurut Dedi, tindakan tersebut adalah menyebarkan kabar bohong atau hoaks.

"Itu perbuatan melawan hukum jelas," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Dedi mengatakan, hoaks yang disebar tersebut sengaja dilakukan untuk menekan nasabah yang belum mampu membayar utang.

Ia mengatakan, tim cyber Polri tengah mendalami kasus yang dialami nasabah bernama YI tersebut.

YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019).
YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). ((KOMPAS.com/LABIB ZAMANI))
Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved