Berita Lamongan

Mahasiswa Kebidanan Unisla Temukan Nilai Manfaat Bonggol Pisang

Ada banyak kandungan yang ada di dalam bonggol pisang seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor dan zat besi

Mahasiswa Kebidanan Unisla Temukan Nilai Manfaat Bonggol Pisang
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Mahasiswa Unisla dengan hasil inovasinya memanfaatkan bonggol pisang untuk makanan camilan, Senin (29/7/2019). 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Kemampuan para mahasiswa di lokasi KKN untuk menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi terhadap masyarakat ditunjukkan mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla).

Terinspirasi banyak limbah bonggol pisang yang terbuang percuma, menjadi sumber kreatifitas para mahasiswa Unisla.

Bonggol pisang yang biasanya terbuang percuma ternyata bisa bernilai ekonomis dan punya nilai jual.

Itu yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN bersama warga desa di Lamongan yang menyulap bonggol pisang menjadi makanan ringan, yaitu crispy bonggol pisang.

"Terinspirasi banyaknya bonggol pisang yang menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan oleh warga," kata Idiya, salah satu mahasiswi Unisla yang bersama teman-temannya KKN di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugio, Senin (29/7/2019).

Banyak bongol pisang yang terbuang sia-sia, melihat hal ini Idiya dan teman - temannya akhirnya terpikirkan untuk memanfaatkannya sebagai produk makanan, hingga muncullah ide bonggol crispy ini.

Umumnya, setelah pisang berbuah dan jantung pisang diambil, pohon pisang dibiarkan atau dibuang begitu saja karena dianggap tak ada manfaat.

Berdasarkan studi atau reverensi yang mereka lakukan ternyata bonggol pisang bermanfaat untuk merendahkan disentri, pendarahan usus, amandel dan melancarkan pencernaan.

"Bonggol itu sisa tebangan pohon pisang yang telah tua. Biasanya, pangkalnya ini yang dibiarkan begitu saja jadi sampah dan tak termanfaatkan," kata Idiya.

Ada banyak kandungan yang ada di dalam bonggol pisang seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor dan zat besi.

Bagaimana cara membuat crispy dari bonggo pohon pisang ?

Cara pembuatan bonggol pisang crispy yang dinamai Bang Cris inipun terbilang cukup mudah. Pertama, menurut Idiya, bonggol pisang dibersihkan untuk kemudian dipotong tipis-tipis.

Bonggol pisang yang telah dibersihkan dan dipotong tipis-tipis ini kemudian dimasukkan ke dalam air garam untuk kemudian direndam selama satu hari.

Idiya menambahkan, setelah direndam selama 1 hari, bonggol pisang ini ditiriskan dan dicampur dengan adonan tepung dan bumbu rempah yang sebelumnya sudah disiapkan.

Lalu bonggol pisang digoreng menggunakan minyak hingga matang dan kering, tiriskan keripik dan diberi rasa sesuai selera.

Diungkapkan, bonggol pisang yang enak dibuat crispy adalah jenis pisang kepok, raja dan pisang awak atau masyarakat Lamongan menyebut dengan nama pisang klutuk.

"Itu tingkatan rasa yang berhasil kita kenali," ungkap Idiya.

Sementara Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugio, Arofik mengaku senang dengan inovasi yang dikembangkan oleh para mahasiswa KKN dan anggota PKK yang ada di desanya ini.

Ke depan, kata Arofik, pihaknya berharap agar Bang Cris ini bisa menjadikan home industri dan menjadi salah satu andalan desa.

"Rasanya lezat dan kaya gizi. Bahan bakunya juga sangat mudah didapatkan di sekitar desa ini, yaitu tinggal mencari di sawah dan bisa meningkatkan ekonomi di desa ini," jelas Arofik.

Di sisi lain, Rektor Unisla, Bambang Eko kepada Surya.co.id, Senin (29/7/2019) mengaku, potensi desa yang belum tergarap semacam ini bisa dimanfaatkan mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat.

Pihaknya, kata Bambang, tidak hanya berhenti di KKN ini saja tapi akan segera menindaklanjuti dengan pembinaan lebih jauh.

"Bahkan kira sudah ada MoU dengan kades akan menindaklanjuti untuk penelitian berbasis potensi desa, seperti bonggol pisang ini," ungkapnya.

Keberhasilan mahasiswa Unisla ini menyusul sebelumnya warga Glagah yang memanfaatkan hati pohon pisang yang diolah menjadi kerupuk.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved