Berita Surabaya

Jawaban DKRTH Surabaya Soal Keran Air Minum Taman Bungkul Mati: Cuma Mengawasi & Edukasi Penggunaan

DKRTH Surabaya tak memiliki kewenangan untuk memperbaiki keran air minum di Taman Bungkul lantaran milik PDAM Surya Sembada

Jawaban DKRTH Surabaya Soal Keran Air Minum Taman Bungkul Mati: Cuma Mengawasi & Edukasi Penggunaan
sugiharto/surya
Keran air minum di Taman Bungkul Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - instalasi keran air minum yang dipasang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada di beberapa lokasi Surabaya mendapat respon baik oleh masyarakat. Ini seperti diungkapkan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.

Instalasi yang berada di bawah pengawasan DKRTH itu, tepatnya berada di Taman Bungkul, Taman Mundu, Taman Ronggolawe dan Kebun Bibit Wonorejo. Kepala UPTD Taman DKRTH, Pramudita, menyebut sebenarnya banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan keran air minum tersebut.

"Kalau pas keliling taman, pasti ada yang lagi minum. Seperti di Ronggolawe, itu ada lapangan sepak bola, habis main anak-anak pasti minum di situ," tutur Pramudita, Minggu (28/7/2019).

Endang Kecele Keran Air Minum di Taman Bungkul Surabaya Mati, di Tenggorokan Rasanya Juga Serik

Sayangnya, keran air siap minum di Taman Bungkul dan Taman Mundu, ia perhatikan memang sering tidak bisa digunakan, sedang DKRTH tak memiliki kewenangan untuk memperbaiki.

Ia menambahkan DKRTH hanya bertugas mengawasi supaya keran tidak disalahgunakan maupun dibuat mainan, serta mengedukasi masyarakat tentang cara penggunaannya.

"Kalau Bungkul sama Mundu memang sering rusak. Tetapi kami hanya bantu mengawasi supaya tidak dipakai main-main anak-anak, tidak dinaik-naikin. Kadang ada yang setelah menggunakan lupa dimatikan, seperi itu. Kalau rusak, tetap hubungi PDAM," papar Pramudita.

Meski begitu, ia menyebut, pihaknya akan senang sekali bila PDAM mau menambah keran air siap minum di taman-taman Surabaya, supaya fasilitas taman makin lengkap.

Selain itu, keran air siap minum juga membantu mengurangi sampah plastik, karena masyarakat jadi punya opsi selain mengonsumsi minuman kemasan.

"Tambah banyak, saya tambah senang. Tetapi itu tergantung kesiapan PDAM, semakin banyak operasionalnya seperti apa, itu kami tidak paham. Kalau ada yang rusak, apakah bisa segera diperbaiki apa tidak," ujarnya.
Tinggu kerjasama lainnya

Soal keraguan pengunjung taman akan keamanan keran air siap minum, Pramudita meyakinkan masyarakat tidak perlu khawatir.

Pasalnya, PDAM pasti sudah memiliki teknologi yang mumpuni.

Ia mengaku, hingga kini belum mendapat komplain dari pengunjung taman soal kualitas keran air siap minum, sehingga menurutnya aman-aman saja.

"Setahu saya kalau sudah siap minum, pasti (PDAM) tidak mau lah, habis minum banyak yang sakit. Pasti sudah dipikir secara teknologinya. Tidak mungkin (PDAM) siap (menempatkan keran air siap minum) kalau tidak ada konsekuensinya. Insyaallah tidak main-main," tegasnya.

Ke depan, Pramudita menantikan kerja sama lainnya tak hanya dari PDAM, tetapi juga dari pihak-pihak lain yang ingin menambah fasilitas di taman-taman Surabaya.

"Pokoknya berbau teknologi-teknologi begitu saya senang. Mau menyumbang, misalnya informasi taman dilihat pakai layar touchscreen, itu boleh. Biar tambah canggih tamannya," tutupnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved