Berita Surabaya

Berawal dari Mencicipi, Kurir Sabu Sering 'Nyubit' Poket Akhirnya Harus Menginap di Penjara

Kurir sabu terkadang mengambil sedikit sabu-sabu pesanan orang lain, untuk dikonsumsi pribadi.

Berawal dari Mencicipi, Kurir Sabu Sering 'Nyubit' Poket Akhirnya Harus Menginap di Penjara
Istimewa
Kurir sabu, Ardiansyah alias Ayik (21) saat dikeler anggota polisi ke Mapolsek Wonocolo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo berhasil meringkus seorang kurir sabu-sabu, Jumat (29/7/2019).

Kurir tersebut bernama Ardiansyah alias Ayik (21), warga Jalan Kupang Panjaan, Kelurahan Dr Soetomo, Tegalsari, Surabaya.

Pria bertato gambar pistol dan knukle di bagian dadanya itu menekuni pekerjaan sebagai kurir sabu-sabu hampir setahun lamanya.

menurut pengakuannya, keuntungan yang diperolehnya terbilang lumayan. Dalam sekali mengantarkan pesanan, sekitar Rp 200 Ribu hingga Rp 300 Ribu bisa masuk kantongnya.

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Ipda Dwi Hartanto mengungkapkan, pelaku saat dicokok oleh personelnya sempat mengelak.

Namun, saat sebuah poket sabu seberat 0.38 gram ditemukan terselip di sela batangan rokok yang diambil dari saku celananya. Pria yang telinga kanannya bertindik itu, hanya bisa tersipu malu mengakuinya.

"Awalnya aja 'mboten pak mboten pak' saat digeledah ndlalah ngaku," katanya, Senin (29/7/2019).

Selain menjadi kurir, ungkap Dwi, pelaku juga dikategorikan sebagai pengguna.

"Mengapa saya katakan demikian karena saat dilakukan tes urin, dia positif," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved