Grahadi

Berita Surabaya

Gubernur Jatim Khofifah Minta 23 Perusahaan Adopsi Sungai Brantas Lewat Pengendalian Limbah Industri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penandatangan MoU dengan 23 perusahaan yang ada di sepanjang DAS Brantas Jawa Timur.

Gubernur Jatim Khofifah Minta 23 Perusahaan Adopsi Sungai Brantas Lewat Pengendalian Limbah Industri
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan enam perusahaan melakukan penandatangan MoU Adopsi Sungai Brantas di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Kota Probolinggo, Minggu (28/7/2019). 

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penandatangan MoU dengan 23 perusahaan yang ada di sepanjang DAS Brantas Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta, dengan MoU itu, pabrik yang ada di sepanjang DAS Brantas bisa ikut lakukan pelestarikan sungai.

Penandatangan dilakukan di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang diselenggarakan di Kota Probolinggo, Minggu (28/07/2019).

Perusahaan yang melakukan MoU Adopsi Sungai Brantas itu adalah PT. Adiprima Suraprinta, PT. Miwon Indonesia, PT Pertamina Hulu Energi (WMO), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Ajinomoto Indonesia, PT Mega Surya Eratama.

“Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengendalikan pencemaran lingkungan sungai, sehingga sungai bisa menjadi sumber kehidupan bagi habitatnya karena terjaga kebersihannya,” urai Khofifah.

Khofifah menambahkan, prinsip dalam kerjasama adopsi Sungai Brantas ini adalah untuk perlindungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup sesuai dengan kondisi daerah dan kearifan lokal.

Dengan demikian, diharapkan rumah-rumah yang menghadap sungai bisa senantiasa melihat sungai yang bersih serta habitatnya juga hidup.

“Terdapat proses dari beberapa industri yang ditemukan bisa menyebabkan gangguan pada habitat sungai.

Oleh sebab itu, kerjasama ini harus diikuti dengan tanggung jawab bersama semua pihak yang terlibat.

Untuk mengadopsi Sungai Brantas harus singeri dengan banyak pihak," tegas Khofifah

MoU tersebut memuat sejumlah hal. Mulai dari kegiatan perencanaan monitoring dan evaluasi dalam rangka pengendalian pencemaran air limbah industri dan domestik.

Selain itu, juga pengelolaan sampah domestik di sempadan sungai, perbaikan lingkungan masyarakat di wilayah sempadan sungai, dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

"Kerjasama ini juga merupakan salah satu langkah percepatan yang kami lakukan untuk mewujudkan salah satu program Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni," pungkasnya.

Harapannya, gerakan ini juga turut mewujudkan inisiasi clean industry, green city sehingga akan tercipta harmoni alam di Jawa Timur.

(fz/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved