Minggu, 12 April 2026

Berita Blitar

Diduga Tersedak Jajanan Sempol, Bocah 8 Tahun di Blitar Meninggal

Bocah 8 Tahun di Blitar Meninggal Diduga Tersedak Jajanan Sempol. M Adil Fikri Amrulloh (8), bocah SD asal Dusun Bakalan, Desa/Kecamatan Wonodadi, Kab

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Foto korban semasa hidup. Polisi saat melihat jenazah korban di rumah sakit 

SURYA.co.id | Blitar -M Adil Fikri Amrulloh (8), bocah SD asal Dusun Bakalan, Desa/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar meninggal diduga tersedak jajanan sempol, Minggu (28/7/2019).

"Hasil pemeriksaan dokter korban meninggal karena tersedak makanan dan kemungkinan penyakit epilepsi. Keluarga korban tidak mau jenazah anaknya diotopsi. Mereka menerima sebagai musibah," kata Kapolsek Wonodadi, AKP Yoni Sugisarto.

Peristiwa memilukan itu bermula saat korban membeli sempol goreng di warung milik tetangganya. Putra Abdul Mutolip (50) dan Khusnul Khotimah (46), itu membeli sempol goreng Rp 4.000 dan dapat delapan biji. Sempol merupakan jajanan berbahan telur dan tepung yang digoreng.

Korban langsung memakan sempol goreng di warung tempat penjualnya. Setelah memakan enam biji sempol goreng, korban memukul-mukul dadanya dan minta minum. Tetapi, minuman yang dikasih ke korban tidak bisa masuk ke dalam mulut.

"Menurut saksi di lokasi, setelah itu korban duduk lalu guling-guling di tanah. Posisi mulut korban seperti sedang menggigit sesuatu," ujar Yoni.

Lalu, warga di lokasi membawa korban ke Puskesmas setempat. Tetapi, pihak Puskesmas tidak dapat menangani korban. Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Itijah, Togokan, Srengat.

"Setelah sampai di RS dan sempat mendapat perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia," kata Yoni.

Yoni menjelaskan berdasarkan keterangan dokter RS, korban meninggal karena tersedak makanan dan kemungkinan penyakit epilepsi. Tetapi, pihak keluarga tidak menghendaki jenazah korban untuk diotopsi.

Orangtua korban mengikhlaskan kejadian yang menimpa anaknya. Orangtua korban juga menandatangani surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah anaknya.

Menurut Yoni, dari keterangan beberapa keluarga, korban memang anak yang suka makan. Cara makan korban juga cepat seperti terburu-buru. Sering kali makanan belum sampai ditelan sudah dijejali lagi dengan makanan di mulut.

"Beberapa keluarga bilang cara makan korban seperti terburu-buru. Makanan di mulut belum ditelan sudah dijejali makanan lagi," kata Yoni.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved