Senin, 4 Mei 2026

Berita Surabaya

Terkendala Padatnya Lalu Lintas, Proyek Box Culvert Sememi Baru Rampung 25 Persen

Proyek pemasangan box culvert di daerah Sememi yang sudah dikerjakan sejak akhir tahun 2017, baru rampung 25 persen, Sabtu (27/7/2019).

Tayang:
Penulis: Delya Octovie | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Delya Octovie
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sidak proyek box culvert Sememi, Sabtu (27/7/2019). Proyek multiyears yang sudah digarap sejak akhir tahun 2017 itu hingga kini baru rampung 25 persen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proyek pemasangan box culvert di daerah Sememi yang sudah dikerjakan sejak akhir tahun 2017, baru rampung 25 persen, Sabtu (27/7/2019).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan proyek ini memang untuk multiyears.

Meski begitu, ia berharap proyek bisa selesai lebih awal demi menghindari musim hujan.

"Sekarang ini sekitar 25 persen. Memang itu multiyears, tapi saya berharap dia bisa maju, karena kemarin kita bisa curi start, maksudnya bisa lelang awal kemudian dia bisa kerja awal. Cuma ini saya paksa dia bekerja siang-malam dan beberapa titik, supaya bisa bekerja lebih cepat," tutur Risma saat sidak proyek box culvert di Jalan Sememi Jaya.

Untuk mempercepat, ia berharap pekerja proyek bisa bekerja secara paralel.

Namun, kendala terbesar terhambatnya proyek ini menurutnya, adalah padatnya lalu lintas di sepanjang jalan pinggir proyek.

Risma Jajal Mobil Balap di Ajang Piala Wali Kota Surabaya Racing Project, Terkejut Mobil Melompat

"Kendala kami transportasi, karena banyak kendaraan (di jalan samping proyek). Makanya nanti saya akan ketemu dengan kapolres mohon itu, yang trailer itu sementara tidak lewat sini, supaya bisa lebih cepat," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyebut jalan tersebut memang sangat padat, karena merupakan akses bagi truk-truk besar menuju Benowo dan Gresik.

Kepadatan jalan makin terasa saat siang hari, ketika truk dilarang melewati jalan utama kota.

Ini menghambat proyek mulai dari pengiriman material, penggalian, pembuangan tanah, hingga pengiriman dan peletakan box culvert.

"Jadi jam-jam puncak waktu siang itu memang banyak kendaraan-kendaraan berat, karena itu memang penghubung jalan arah ke luar kota maupun kawasan pergudangan Margomulyo, Benowo," jelas Irvan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya sudah melakukan survey selama lebih dari tiga bulan untuk melihat truk-truk mengarah ke daerah mana saja.

Bila memungkinkan, truk bisa diwajibkan lewat tol Margomulyo.

"Kami sudah mengkaji angkutan barang berapa yang tujuan ke Benowo atau ke Gresik. Kan dia bisa lewat tol, lewat Margomulyo. Mungkin nanti koordinasi dengan kepolisian bagaimana membatasi angkutan barang, terutama truk-truk yang besar, karena manuvernya itu kan mau belok atau start and go-nya kan lambat," katanya.

Ia menambahkan, survey baru saja selesai dilakukan, sehingga tugas selanjutnya adalah membuat formulasi rekayasa bila truk lewat tol.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved