Berita Surabaya

Jatim Alami Kemarau Panjang, BPBD Distribusikan 3.685 Truk Tangki Air Bersih ke 172 Des

Ada sebanyak 15 kabupaten kota di Jawa Timur yang ditetapkan BPBD Jawa Timur berstatus siaga darurat kekeringan hingga hari ini

Jatim Alami Kemarau Panjang, BPBD Distribusikan 3.685 Truk Tangki Air Bersih ke 172 Des
foto: istimewa/humas pemprov jatim
KEKERINGAN – Sekitar 24 daerah di Jatim terdampak kekeringan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan OPD terkait segera mendistribusikan air bersih untuk mengatasi kekeringan selama musim kemarau. Tampak kegiatan pendistribusian air bersih di sejumlah daerah di Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menurunkan tim tanggap darurat dari BPBD untuk membantu distribusi air bersih di wilayah kabupaten Jatim yang mengalami kekeringan.

Total hingga saat ini, BPBD Jatim sudah mengirimkan air bersih ke 172 desa di 20 kabupaten di Jawa Timur.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Suban Wayudiono, Sabtu (27/7/2019).

Ia mengatakan Pemprov Jatim mendistribusikan air bersih untuk daerah yang meminta bantuan air bersih.

"Suplai air bersih dilakukan karena daerah itu mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Kita menyuplai air bersih untuk desa-desa kekeringan antara 5.000-6.000 liter per tangki per hari," kata Suban.

Berdasarkan data yang dimiliki BPBD setidaknya sudah ada sebanyak 3.685 tangki yang didistribusikan ke ratusan desa di 78 kecamatan di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.571 tangki biayanya ditanggung Pemda setempat, sedangkan 1.114 tangki ditanggung Pemprov Jatim.

Lebih lanjut, kabupaten terbanyak yang menerima suplai air bersih adalah Kabupaten Pasuruan. Sudah 1.035 tangki yang dikirimkan ke 21 desa di enam kecamatan di kabupaten itu.

Sejauh ini kendala yang dihadapi dalam penyaluran air bersih di antaranya adalah letak kawasan pemukimannya yang ada di pelosok. Sehingga sudah dijangkau kendaraan.

Misalnya, dikatakan Suban, di desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Ada sebuah pondok pesantren yang meliburkan 250 orang santrinya karena tidak ada air.

"Lokasi desa ini berada di dataran tinggi yang sulit terjangkau truk tangki. Selain itu, pengeboran sumur sulit dilakukan karena sumber air yang cukup dalam. Langkah jangka panjang, BPBD Jawa Timur bekerja sama dengan instansi akan menyediakan sumur bor atau embung-embung air di desa-desa sulit terjangkau itu," katanya.

BPBD secara terpadu menurutnya sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM dan PU Cipta Karya untuk memberikan bantuan dengan pemasangan geolistrik dan pengeboran sumur. Begitu juga penyediaan embung yang akan dilakukan Dinas Sumber Daya Air.

Sebagaimana diketahui, setidaknya saat ini ada sebanyak 15 kabupaten kota di Jawa Timur yang ditetapkan BPBD Jawa Timur berstatus siaga darurat kekeringan hingga hari ini.

Daerah yang mendapatkan status siaga darurat kekeringan itu adalah Kabupaten Magetan, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

"Pemerintah setempat menyatakan siaga dan tanggap darurat kekeringan. Memang berdasarkan analisis BMKG, kemarau 2019 ini mulai awal Juni dan diperkirakan puncak kemarau sampai Agustus mendatang," kata pungkas Suban.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved