Berita Pasuruan

Wana Wiyata Widya Karya Sanggar Indonesia Hijau Ajarkan Teknologi Konservasi ke KTH & LMDH Pasuruan

Wana Wiyata Widya Karya Sanggar Indonesia Hijau menggelar Lokakarya KTH dan LMDH dalam penerapan teknologi konservasi di Pasuruan

Wana Wiyata Widya Karya Sanggar Indonesia Hijau Ajarkan Teknologi Konservasi ke KTH & LMDH Pasuruan
surya/galih lintartika
Lokakarya Peran Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam penerapan teknologi konservasi di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/7/2019) sore 

SURYA.co.id | PASURUAN - Wana Wiyata Widya Karya Sanggar Indonesia Hijau menggelar Lokakarya Peran Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam penerapan teknologi konservasi di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/7/2019) sore. Puluhan ketua KTH dan LMDH dari sejumlah wilayah pun datang menghadiri acara ini. Mulai dari KTH dan LMDH yang ada di lereng Gunung Bromo, Arjuno, Penanggungan dan Welirang.

Ketua Wana Wiyata Widya Karya Sanggar Indonesia Hijau Sugiarto menjelaskan, acara ini adalah acara untuk menyamakan persepsi antara semua pihak. Dalam arti lain, menyelaraskan antara kebijakan pemerintah, kondisi alam dan semuanya.

"Saat ini debit air di empat lereng gunung itu sedang terancam. Sekarang, Pasuruan sudah kesulitan air. Banyak daerah kekeringan. Makanya, pertemuan ini, kami duduk bersama dan sama-sama melakukan konservasi. Jadi tidak jalan sendiri-sendiri," kata Sugiarto.

Sugiarto menjelaskan, kondisi sekarang ketidakseimbangan alam saat ini semakin mencekam. Ia mengatakan, ini terjadi karena kesadaran masyarakat yang semakin berkurang.

"Makanya kami ingin bersinergi. Kami harus berperan apa,l untuk konservasi, jadi tidak hanya memanfaatkan ekonomi aja. Ada nilai konservasi dan ekologinya," tambahnya.

Dijelaskan dia, dari hasil pertemuan ini, kesimpulannya harus mampu menyeimbangkan, lahan terbuka dan tertutup. Antara yang digarap untuk nilai ekonomi dengan yang titipan vegetatifnya seimbang

"Mengetahui kemiringan lahan, konservasi tanahnya kayak apa. Mereka juga berfungsi pengamanan, pelestarian dan bermanfaat untuk apa. Jadi tidak sembarangan. Ada kewajiban besar agar konservasi tetap terjaga dan debit air pun tetap ada sampai ribuan tahun ke depannya," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved