Berita Pamekasan

PPTP3A: Perdagangan Anak dan Kasus Seksual Anak di Bawah Umur Masih Marak di Pamekasan

Korban perdagangan orang awalnya merupakan korban bujuk rayu pacarnya, kemudian melakukan tindakan terlarang lalu dijual ke orang lain

PPTP3A: Perdagangan Anak dan Kasus Seksual Anak di Bawah Umur Masih Marak di Pamekasan
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Koordinator Divisi Hukum PPTP3A Pamekasan Umi Supraptiningsih. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Kabupaten Pamekasan, masih menemukan adanya praktik tindak perdagangan orang dengan korban kaum perempuan dan anak di bawah umur.

Koordinator PPTP3A Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih mengatakan, kasus perdagangan orang yang terjadi pada kaum perempuan masih ditemukan oleh pihaknya.

Hal tersebut berdasarkan hasil temuan di lapangan dan pendampingan yang pihaknya lakukan kepada korban kasus kekerasan perempuan dan anak selama ini.

"Warga yang menjadi korban tindak pidana kasus perdagangan orang itu usianya masih di bawah umur, kisaran berusia 14 tahun," kata Umi Supraptiningsih, Jumat (26/7/2019).

Ditanya soal identitas korban, Umi Supraptiningsih mengaku tidak bisa menjelaskan secara detail terkait hal itu, karena berkenaan dengan rasa kemanusiaan.

Warga Pamekasan yang masih berusia 14 tahun, lanjut Umi, menjadi korban tindak perdagangan orang tersebut awalnya merupakan korban bujuk rayu pacarnya.

Korban kemudian rela menyerahkan keperawanannya kepada sang pacar, dengan melakukan tindakan terlarang.

Namun, dalam perkembangannya, korban kemudian hamil dan sang pacar tidak bertanggung jawab.

Bahkan, pacarnya menjual korban kepada orang lain dan teman-teman pelaku.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved