Istri Sah Selingkuh di Hotel dengan Pria Lain Kepergok Kerabat : Edan, Suamimu Itu Capek Kerja !

Seorang istri sah selingkuh di hotel, berduaan dengan pria lain kepergok kerabat suami sah anggota TNI. "Edan, suamimu capek kerja".

Andika Panduwinata
Istri sah kepergok selingkuh di hotel bersama pria lain 

Ghufron menerangkan, dalam operasi tersebut, jajarannya mengamankan UP dan sembilan pasangan mesum lainnya.

“Kebetulan untuk kasus UP ini, dipergoki oleh teman-teman dari jajaran TNI yang kenal dekat dengan suaminya,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, kesembilan pasangan yang diamankan tersebut untuk selanjutnya diberikan pembinaan setelah dilakukan pendataan.

“Kami memberikan peringatan keras akan peraturan daerah tentang larangan prostitusi kepada seluruh pasangan yang kami amankan pada dini hari tadi," ujar Ghufron.

Menurutnya, jajarannya akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah hotel yang disinyalir menjadi tempat mesum.

Sehingga, hal itu dapat mempersempit ruang gerak dari praktik prostitusi.

“Kami tidak akan lelah menyusuri ke setiap hotel, penginapan, dan tempat kos yang disinyalir menjadi tempat mesum,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku serangkaian operasi penyisiran yang dilakukan tidak akan optimal, tanpa ada peran serta dari masyarakat.

Masyarakat diminta turut melaporkan segala bentuk kegiatan yang berpotensi melanggar perda.

“Laporkan kepada kami, Insyaallah secepatnya kami tindak lanjuti,” kata Ghufron.

Di palembang

Seorang istri di Palembang jadi sasaran penganiayaan suaminya yang tepergok selingkuh.

Tak hanya suami, seorang istri berinisial DS (28) ini juga dipukul oleh selingkuhan suaminya yang berinisial CC.

Hal itu bermula ketika DS hendak pergi ke rumah mertuanya. Di tengah jalan, DS melihat sebuah mobil yang mirip dengan milik suaminya terparkir di jalan.

Merasa tak enak, DS menghampiri mobil tersebut. Benar saja, orang yang berada di dalam mobil tersebut adalah suaminya.

Ternyata di dalam mobil tersebut DS juga melihat sang suami, FD (29) sedang bersama wanita lain.

Seketika itu juga DS meminta keduanya turun. Namun perlakuan berbeda justru dialami si istri.

"Saya suruh mereka turun dari mobil, tapi mereka marah-marah," kata DS saat membuat laporan di Mapolresta Palembang, Rabu (24/7/2019), seperti dikutip dari Kompas.com dalam artikel berjudul "'Suami Cekik Saya, Selingkuhannya Pukuli Saya, Enggak Ada yang Bantu'".

Begitu turun, CC langsung mencakar DS. Korban makin terpukul ketika melihat tingkah suaminya yang ikut membantu selingkuhannya tersebut.

"Suami saya mencekik saya, selingkuhannya itu memukuli saya, tidak ada yang membantu," ujarnya.

Menurut DS, perselingkuhan suaminya tersebut telah tercium sejak awal Februari lalu. Namun, ketika ditanya FD selalu berkilah.

"Hari ini saya melihat sendiri suami saya dengan wanita lain dan saya dianiaya. Selama berumah tangga juga saya sering dianiaya," jelasnya.

Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima untuk ditindaklanjuti.

"Laporannya atas kasus penganiayaan dan KDRT. Korban sudah dilakukan visum, saat ini kita masih mintai keterangan terkait kejadian itu," ujar Heri.

Kasus perselingkuhan suami istri memang kerap terjadi, bahkan di anataranya ada yang sampai parah.

Tak hanya pemukulan, bisa jadi juga pembunuhan.

Hal itu seperti yang terjadi di Jeneponto baru-baru ini.

Seorang perempuan berinisial AJ (30) nekat menyiram suaminya, Bahtiar (28), dengan air panas karena sakit hati setelah tahu si suami menikah lagi.

Bahtiar akhirnya tewas karena luka-luka akibat terkena air panas itu.

Peristiwa penyiraman tersebut terjadi di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/7/2019) pekan lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengungkapkan, AJ nekat menyiram suaminya dengan air panas lantaran sakit hati mengetahui suaminya menikah lagi dengan seorang perempuan di Makassar.

Kabar tersebut diketahui AJ dari keluarga Bahtiar.

Hal itu kemudian diakui sendiri oleh Bahtiar ketika berada di kediamannya di Jeneponto.

Bahtiar menikah dengan perempuan di Makassar itu sejak tahun 2018.

"Sewaktu Bahtiar sedang tidur, AJ memasak air panas dan menuangkannya ke dalam ember lalu menyiramkannya ke arah suaminya di bagian dada dan perut," kata Dicky di Makassar, Minggu (21/7/2019).

Usai disiram, Bahtiar sempat dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Takalar.

Walau dirawat di rumah sakit, kondisi Bahtiar tidak kunjung membaik.

Keluarganya kemudian memutuskan untuk membawa dia pulang dan mengobati lukanya secara tradisional di rumah kerabatnya.

Enam hari setelah menjalani perawatan tradisional, kesehatan Bahtiar tak kunjung membaik.

Ia akhirnya meninggal dunia Jumat lalu.

"Jadi motifnya A murni karena cemburu Bahtiar telah menikah dengan orang yang lain," kata Dicky.

Usai kejadian itu, polisi mendatangi rumah Bahtiar dan mengamankan AJ.

Hingga kini, AJ masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Selain di Jeneponto, kasus serua juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur pada April lalu.

Insiden istri bunuh suami juga pernah terjadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Dalam rekonstruksi terungkap detik-detik Desi Ayu Indriani (26) membunuh suaminya,   Fendik Tri Oktasari (27) menggunakan palu.

Unit Reskrim Kepolisian Sektor Karangpilang menggelar rekonstruksi pembunuhan Fendik Tri Oktasari, warga Jalan Kedurus Sawah Gede Gang 1, Selasa (24/4/2018).

Adegan pertama, korban awalnya keluar membeli pulsa.

Tak berselang lama tersangka menemukan buku harian korban yang berisi catatan keluh kesah korban dan memiliki wanita idaman lain. 

Tak ayal tersangka yang tahu hal itu lantas terlibat cekcok dengan korban selepas membeli pulsa.

Hingga adegan keempat rekonstruksi berjalan tanpa halangan.

Namun saat adegan keenam, Desi mendadak tubuhnya lemas dan pingsan. 

"Tersangka mendadak pingsan di adegan keenam saat memegang palu yang digunakan memukul kepala korban," kata Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Marji Wibowo.

Di adegan sebelumnya, korban sempat akan gantung diri menggunakan tali mainan mobil-mobilan milik anaknya.

Namun karena dilarang tersangka, korban turun dan menghampiri tersangka. 

Tak berselang lama, korban dicakar wajahnya oleh tersangka dan diremas-remas mulutnya.  

Kemudian korban mengambil palu dan memukulkan palu ke kepalanya sendiri. 

Namun setelah itu palu direbut tersangka dan langsung melakukan pemukulan sebanyak dua kali ke kepala korban bagian depan dan belakang.  

Sebelum dibawa ke Polsek Karangpilang untuk melanjutkan rekonstruksi, Desi terlihat lemas dan diberi olesan minyak angin serta diberi minum air mineral oleh polisi.

Tak hanya itu, salah satu saudara tersangka juga sempat memeluk Desi saat  beranjak keluar dari pintu rumah akan menuju Polsek Karangpilang.

"Korban dihabisi di adegan keenam dan meninggal di adegan ketujuh setelah dicekik pelaku," jelas Marji.

Marji menuturkan dalam rekonstruksi pembunuhan yang korbannya berprofesi sebagai penjual tahu bulat itu terdapat 12 adegan.

Hal itu semua sesuai dengan di berita acara pemeriksaan dan tidak ada adegan tambahan. 

Sementara itu kakak korban Verlin Kristina Wati, yang juga turut hadir dalam rekonstruksi tersebut, meminta keadilan ditegakkan seadil-adilnya.

"Saya minta pelaku dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa adik saya," harap perempuan yang tinggal di Perum Griya Bhayangkara Permai Blok LL 14, Sidoarjo itu. 

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Fendik terjadi pada Jumat (23/3/2018) lalu.

Pertama kali laporan kasus tersebut adalah dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Namun karena ditemukan beberapa kejanggalan, akhirnya polisi melakukan penyelidikan.

Hasilnya kurang dari 2 x 24 jam polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. 

Ternyata korban Fendik tewas karena dihabisi istri sendirinya menggunakan palu.

Perbuatan nekat itu dilakukan ibu dua anak tersebut, karena gelap mata Fendik memiliki wanita idaman lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suami Cekik Saya, Selingkuhannya Pukuli Saya, Enggak Ada yang Bantu"

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved