Potret

Ananda Olga Ulima: Ganti Judul Skripsi hingga 3 Kali

Perjuangan Ananda Olga Ulima menyelesaikan pendidikan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga akhirnya membuahkan hasil.

Ananda Olga Ulima: Ganti Judul Skripsi hingga 3 Kali
SURYAOnline/sulvi sofiana
Ananda Olga Ulima 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perjuangan Ananda Olga Ulima menyelesaikan pendidikan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) akhirnya membuahkan hasil.

Meskipun harus mengganti judul skripsi hingga tiga kali meskipun pada judul kedua telah selesai hingga bab 4, ia berhasil meraih gelar wisudawan berprestasi

“Subhanallah banget ketika Kaprodi mengatakan harus diganti, padahal aku udah jelasin sudah rampung sampai bab 4, udah sampai pembahasan, Oke, akhirnya aku terima keputusan sambil nangis dan sedih banget, karena judul kedua itu yang aku pingin dan passionku," ungkap mahasiswi kelahiran Sidoarjo tersebut.

Meskipun harus terombang ambing perihal judul skripsi, gadis yang kerap disapa Olga tersebut akhirnya mantap menyelesaikan skripsinya dengan judul Pengaruh Korupsi, Stabilitas Politik, Foreign Direct Investment, dan lnflasi terhadap Penumbuhan Ekonomi Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam Periode 2002 2017.

Olga menjelaskan, judul tersebut dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi negara anggota OKI yang menurun.

Salah Satu faktor penyebabnya yaitu sektor penanian. Kemudian, pertumbuhan pendapatan perkapita negara anggota OKI yang masih rendah. Dan terakhir, korupsi di negara anggota OKI yang cukup tinggi.

“Dari sana saya berpikir apakah ada pengaruh yang signinkan dari ke empat variabel itu ke pertumbuhan negara anggota OKI. Sampel penelitianku ada 50 negara selama 16 tahun,jadi sekitar 800 observasi," jelasnya.

Dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi, tentunya Olga memiliki segudang prestasi semasa kuliah yang sebagian besar dalam bidang karya tulis ilmiah.

Menurutnya, untuk mencapai prestasi yang sifatnya tittle,Olga membiasakan tiap semestemya ada goals yang dicapai. Bahkan ia memiliki nama untuk prosesnya tersebut yaitu Resolusi Kemaslahatan Diri.

“Resolusi kemaslatmtan diri ini berisi tentang apa saja yang harus aku kerjakan dan capai selama satu semester kedepan. Karena aku punya goals untuk 20 tahun kedepan, jadi istilahnya mulai sekarang sudah nyicil untuk mencapai goals ku 20 tahun yang akan datang," ungkapnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved