Lapor Cak

Trotoar di Jalan Dr Soetomo Surabaya Rusak Parah karena Akar Pohon, Pejalan Kaki Kerap Tersandung

Trotoar merupakan jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan didesain lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan.

SURYAOnline/Habibur Rohman
Kondisi trotoar di Jalan Dr Soetomo Surabaya yang rusak parah akibat akar tanaman. 

Surya.co.id | SURABAYA - Trotoar merupakan jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan didesain lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan.

Trotoar hampir selalu tampak di ruas-ruas jalan di Surabaya. Biasanya, trotoar dilengkapi dengan pohon rindang seperti pohon angsana.

Namun di beberapa tempat, trotoar dirasa tidak layak lagi bagi pejalan kaki karena permukaannya yang retak, terangkat, dan bergeronjal.

Hal tersebut disebabkan akar pohon  yang melebar dan tidak mampu ditahan paving trotoar.

Salah satunya trotoar yang ada di Jalan Dr Soetomo Surabaya.

Kondisi trotoar yang buruk dengan bebatuan besar dan permukaan yang tidak merata di jalan tersebut membuat para pejalan kaki tidak nyaman karena takut tersandung dan terjatuh.

Sukiyati, salah seorang pejalan kaki, mengungkapkan bahwa trotoar yang retak dan bergeronjal pernah membuatnya hampir terjatuh.

"Kalau seperti ini, kami, para pejalan kaki, tidak nyaman ketika berjalan di atas trotoar karena takut terjatuh. Apalagi kalau bawa anak kecil, harus sangat berhati-hati," tuturnya.

Ia pun terkadang memilih untuk berjalan di sisi jalan raya, tidak lagi di atas trotoar.

"Karena lebih gampang kalau lewat sisi jalan. Kalau di atas trotoar harus benar-benar hati-hati dan memakan waktu yang lebih lama. Apalagi kalau terburu-buru kan maunya cepat sampai lokasi," tutur Sukiyati yang akan menuju ke arah Pasar Pakis ini.

Tak hanya Sukiyati, Nur Cahyani, pejalan kaki lainnya, juga menuturkan hal yang serupa.

"Kalau naik bis kota, biasanya turun pas di depan trotoar, kemudian saya menyusurinya. Sudah berkali-kali berjalan di atas trotoar, tapi masih saja tersandung. Entah tersandung akar atau pavingnya," ungkap Nur.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan antara dirinya yang kurang hati-hati atau memang trotoarnya yang sudah tidak layak lagi untuk bagi para jalan kaki.

"Pemerintah Kota Surabaya sudah bagus membuat kota semakin hijau dengan banyaknya pohon-pohon, termasuk di sekitar jalan. Tapi, sebaiknya ada evaluasi lagi mengenai pohon di area trotoar yang merusak permukaan trotoar itu sendiri," ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Nur, bisa membuat pejalan kaki cidera bahkan terjatuh.

"Iya kalau jatuh pas tidak ada kendaraan, kalau pas jatuh ada kendaraan. Kan bisa kecelakaan," tutur Nur.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved