Berita Surabaya

Lahan Eks Pasar Kedinding Dalam Proses Pembangunan Jadi Taman Air Mancur dan Sentra Kuliner

Lahan bekas Pasar Kedinding yang terletak di Jalan Nambangan, kini tengah dalam proses pembuatan taman

SURYA.co.id/Delya Octovie
Pedagang Pasar Kedinding masih menempati pasar lama, Sabtu (25/5/2019). Nantinya, Pemkot Surabaya akan membangun taman di lokasi ini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lahan bekas Pasar Kedinding yang terletak di Jalan Nambangan, kini tengah dalam proses pembuatan taman, Kamis (25/7/2019). Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau​, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Rochim Yuliadi, menyebut lahan itu sedang dalam proses pengurukan.

"Nantinya akan kami jadikan kolam aktif dengan air mancur. Awalnya (lahan) adalah bekas Pasar Kali Kedinding yang direlokasi ke Pasar Nambangan," kata Rochim.

Ada beberapa fasilitas yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat, mulai dari taman bermain, lansekap taman bunga, air mancur, hingga sentra wisata kuliner. Yang paling menarik, lanjutnya, adalah air mancurnya yang didesain muncul dari permukaan lantai.

"Desain fountain-nya bisa dipakai oleh pengunjung untuk berbasah-basahan, seperti di Balai Kota," ucapnya.

Tak ketinggalan, tanaman-tanaman cantik juga akan menghiasi lahan yang berada di dekat SMA Negeri 19 Surabaya itu, yakni pohon layaknya kamboja dan pule sebagai aksen lansekap, dan juga tabebuya untuk peneduh.

"Ada pula semak berbunga indah seperti kana, soka dan tunera," imbuhnya.

Ada pohon eksotik seperti kamboja dan pule sebagai aksen lansekap.

Ada tabebuya sebagai peneduh.

Ada semak berbunga indah seperti kana, soka dan turneria.

Sebelumnya, sebanyak 264 pedagang direlokasi dari Pasar Kedinding, ke lokasi pasar baru di sebelahnya yang dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya, yakni Pasar Nambangan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, meyakinkan bahwa pasar baru ini lebih murah dan nyaman dibanding yang lama, karena tidak beralas tanah dan pedagang tak perlu membayar sewa.

"Di pasar baru ini kan lebih bagus, nyaman, yang lama itu malah sering banjir. Di pasar baru juga listrik dan air gratis. Tapi kalau pedagang merasa kurang, bisa menambah lewat token. Sementara sewa gratis selama dipegang Pemkot. Tapi kalau sudah diserahkan ke PD Pasar, biasanya menarik iuran," papar Widodo.

Meski begitu, beberapa pedagang merasa tak puas karena di pasar yang baru, jatah tiap pedagang hanya satu stan, meskipun di pasar lama mereka memiliki lebih dari satu stan.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved