Istri di Palembang Pergoki Suaminya Main Hati, Berujung Penganiayaan, 'Selingkuhannya Pukul Saya'

Istri di Palembang Pergoki Suaminya Main Hati, Berujung Penganiayaan, 'Selingkuhannya Pukul Saya'

Istri di Palembang Pergoki Suaminya Main Hati, Berujung Penganiayaan, 'Selingkuhannya Pukul Saya'
ilustrasi
Istri di Palembang Pergoki Suaminya Main Hati, Berujung Penganiayaan, 'Selingkuhannya Pukul Saya' 

Usai kejadian itu, polisi mendatangi rumah Bahtiar dan mengamankan AJ.

Hingga kini, AJ masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Seorang istri, Desi Ayu Indriani pingsan saat menjalani rekonstruksi pembunuhan terhadap suaminya, Fendik Tri Oktasari, Selasa (24/4/2018).
Seorang istri, Desi Ayu Indriani pingsan saat menjalani rekonstruksi pembunuhan terhadap suaminya, Fendik Tri Oktasari, Selasa (24/4/2018). (DOK)

Selain di Jeneponto, kasus serua juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur pada April lalu.

Insiden istri bunuh suami juga pernah terjadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Dalam rekonstruksi terungkap detik-detik Desi Ayu Indriani (26) membunuh suaminya,   Fendik Tri Oktasari (27) menggunakan palu.

Unit Reskrim Kepolisian Sektor Karangpilang menggelar rekonstruksi pembunuhan Fendik Tri Oktasari, warga Jalan Kedurus Sawah Gede Gang 1, Selasa (24/4/2018).

Adegan pertama, korban awalnya keluar membeli pulsa.

Tak berselang lama tersangka menemukan buku harian korban yang berisi catatan keluh kesah korban dan memiliki wanita idaman lain. 

Tak ayal tersangka yang tahu hal itu lantas terlibat cekcok dengan korban selepas membeli pulsa.

Hingga adegan keempat rekonstruksi berjalan tanpa halangan.

Namun saat adegan keenam, Desi mendadak tubuhnya lemas dan pingsan. 

"Tersangka mendadak pingsan di adegan keenam saat memegang palu yang digunakan memukul kepala korban," kata Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Marji Wibowo.

Di adegan sebelumnya, korban sempat akan gantung diri menggunakan tali mainan mobil-mobilan milik anaknya.

Namun karena dilarang tersangka, korban turun dan menghampiri tersangka. 

Tak berselang lama, korban dicakar wajahnya oleh tersangka dan diremas-remas mulutnya.  

Kemudian korban mengambil palu dan memukulkan palu ke kepalanya sendiri. 

Namun setelah itu palu direbut tersangka dan langsung melakukan pemukulan sebanyak dua kali ke kepala korban bagian depan dan belakang.  

Sebelum dibawa ke Polsek Karangpilang untuk melanjutkan rekonstruksi, Desi terlihat lemas dan diberi olesan minyak angin serta diberi minum air mineral oleh polisi.

Tak hanya itu, salah satu saudara tersangka juga sempat memeluk Desi saat  beranjak keluar dari pintu rumah akan menuju Polsek Karangpilang.

"Korban dihabisi di adegan keenam dan meninggal di adegan ketujuh setelah dicekik pelaku," jelas Marji.

Marji menuturkan dalam rekonstruksi pembunuhan yang korbannya berprofesi sebagai penjual tahu bulat itu terdapat 12 adegan.

Hal itu semua sesuai dengan di berita acara pemeriksaan dan tidak ada adegan tambahan. 

Sementara itu kakak korban Verlin Kristina Wati, yang juga turut hadir dalam rekonstruksi tersebut, meminta keadilan ditegakkan seadil-adilnya.

"Saya minta pelaku dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa adik saya," harap perempuan yang tinggal di Perum Griya Bhayangkara Permai Blok LL 14, Sidoarjo itu. 

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Fendik terjadi pada Jumat (23/3/2018) lalu.

Pertama kali laporan kasus tersebut adalah dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Namun karena ditemukan beberapa kejanggalan, akhirnya polisi melakukan penyelidikan.

Hasilnya kurang dari 2 x 24 jam polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. 

Ternyata korban Fendik tewas karena dihabisi istri sendirinya menggunakan palu.

Perbuatan nekat itu dilakukan ibu dua anak tersebut, karena gelap mata Fendik memiliki wanita idaman lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suami Cekik Saya, Selingkuhannya Pukuli Saya, Enggak Ada yang Bantu"

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved