Berita Tuban

Harga Garam Rp 400-500 Per Kg, Petani Tuban Sebut Sangat Memberatkan

Petani garam di Kabupaten Tuban mengeluh harga garam yang hanya Rp 400-500 per kg.

Harga Garam Rp 400-500 Per Kg, Petani Tuban Sebut Sangat Memberatkan
surya/galih lintartika
Ilustrasi petani garam 

SURYA.co.id | TUBAN - Petani garam di Kabupaten Tuban mengeluh rendahnya harga bahan dengan rasa asin tersebut. Harga per kilogram garam Rp 400 yang dinilai murah itu dimulai Januari hingga Juli sekarang.

Petani garam asal Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Munasir (55), mengatakan harga garam sangat murah ini tentu memberatkan petani. Bisa dibayangkan per kilogram Rp 400 untuk garam yang di tanah, sedangkan untuk garam di terpal Rp 500 per kilogram.

"Ya Rp 400 dan Rp 500 per kilogram, itu jenis garam berbeda," Ujarnya kepada wartawan ditemui di lokasi, Kamis (25/7/2019).

Dia menjelaskan, harga ini sangat memberatkan petani garam, karena jika dibeli oleh tengkulak bisa saja menembus angka Rp 800-Rp 1000.

Tengkulak bisa menjual ke pabrik ikan dan sejumlah pasar lainnya, dengan harga yang lebih tinggi dari saat membeli di petani. 

"Ya kalau dari petani jualnya Rp 400-Rp 500, kalau tengkulak jual keluar beda. Ini yang membuat kami merasa berat," Ujarnya.

Sementara itu, petani garam lainnya, Siswanto (50), juga menyatakan hal sama.

Harga garam yang jeblok selama tujuh bulan terakhir ini diharapkan bisa terangkat kembali.

Sebab, kalau dibiarkan terus saja begini maka sama halnya dengan membunuh secara pelan petani garam.

"Kita ada biaya perawatan, biaya kuli dan lain-lain yang tidak terduga. Kalau harga segini ya sangat hancur," Pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved