Berita Pamekasan Madura

Diserbur Pedagang Bendera dari Luar Madura, Pedagang Bendera Pamekasan Tetap Laris

Beberapa tahun belakangan ini pedagang bendera, umbul-umbul dan pernak-pernik 17-an, dari luar Madura menyerbu Pamekasan.

Diserbur Pedagang Bendera dari Luar Madura, Pedagang Bendera Pamekasan Tetap Laris
SURYAOnline/muchsin
Syaffi, pemilik Toko Aneka Topi, di Jl Dipogoro, Pamekasan, saat melayani pembeli bendera. 

“Karena pelanggan sudah pada menunggu, kami berangkat langsung. Kalau menggukan ekspedisi terlalu lama, kasihan pelanggan yang sudah biasa beli dalam jumlah di atas 15 buah bendera. Jika pelanggan sudah terlanjur datang dan barangnya kosong, nanti beralih ke tempat lain,” kata Syafii.

Dijelaskan, untuk bedera yang dipasang di halaman rumah dengan ukuran 60 x 90 cm, harganya Rp 15.000, per buah. Untuk perkantoran dengan ukuran 90 x 120 cm, harganya Rp 25.000. Untuk halaman sekolah dan halaman kantor tinggi tiang 10 meter,  ukuran benderanya 120 x 180 cm, harganya Rp 50.000 dan bendera lapangan untuk upacara ukuran 180 x 270 cm, harganya Rp 120.000.

Hal senada diungkapkan Suyanto (22), pemilik Toko Al Huda, di kompleks Pasar Sore, Pamekasan. Keberadaan pedagang bendera dari luar Madura, tak membuat dagangannya menurun dan tetap stabil seperti biasa. Pembeli bendera tetap berdatangan ke tokonya.

Suyanto berjualan bendera dan peralatan sekolah, termasuk buku siswa, buku umum dan kitab, mengaku tidak  merasa tersaingi dengan kehadiran pedagang bendera dari luar Madura. Sebab ia sudah berjualan bendera sejak 22 tahun lalu.

Dikatakan, setiap hari tokonya buka pukul 08.00 – 13.00 dan sore hari, mulai pukul 16.00 hingga pukul 20.00.

“Pelanggan kami juga banyak dari luar kota, seperti pondok pesantren, lembaga pendidikan. Setiap 17 an, kami menyediakan sebanyak 12 kodi bendera dan terjual habis,” ungkap Suyanto.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved