Berita Pamekasan Madura

Diserbur Pedagang Bendera dari Luar Madura, Pedagang Bendera Pamekasan Tetap Laris

Beberapa tahun belakangan ini pedagang bendera, umbul-umbul dan pernak-pernik 17-an, dari luar Madura menyerbu Pamekasan.

Diserbur Pedagang Bendera dari Luar Madura, Pedagang Bendera Pamekasan Tetap Laris
SURYAOnline/muchsin
Syaffi, pemilik Toko Aneka Topi, di Jl Dipogoro, Pamekasan, saat melayani pembeli bendera. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Beberapa tahun belakangan ini pedagang bendera, umbul-umbul dan pernak-pernik 17-an, dari luar Madura menyerbu Pamekasan, dengan menggelar lapak dagangannya di sejumlah sudut kota dan ruas jalan protokol, namun pedagang bendera lokal Pamekasan, tetap ramai didatangi pembeli.

Kehadiran pedagang bendera dari Bandung, Jawa Barat, peluang sejumlah pedagang bendera Pamekasan untuk meraup rezeki, masih terbuka lebar. Dagangan mereka tetap laku terjual, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bertahannya pedagang bendera lokal ini, selain mereka sudah punya langganan tetap, seperti lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, pondok pesantren dan kantor intansi pemerintah, juga kualitas bendera yang dijual lebih bagus dan harganya lebih murah dari pedagang bendera musiman dari luar Madura.

Seperti diungkapkan seorang guru asal Kecamatan Proppo, Pamekasan, saat membeli bendera di Toko Aneka Topi, Jl Dipogoro, Pamekasan. Setiap tahun jelang 17 an, ia membeli bendera di toko itu untuk keperluan sekolahnya antara 8 hingga 10 lembar bendera, untuk dipasang di sisi atap gedung sekolahnya.

“Kami menilai, kualitas bendera yang dijual di toko ini lebih bagus dari yang dijual pedagang di pinggir jalan itu. Selain itu, kami membeli bendera di toko, kami butuh kuitansi pembayaran, untuk bukti pembelian bendera, karena kami membeli cukup banyak” ujarnya, tak mau menyebut nama dan lembaga sekolahnya.

Kepada Tribunjatim.com, Syafii (37), pemilik Toko Aneka Topi, yang menjual bendera dan pernak-pernik 17 an serta seragam sekolah SD hingga SMP, mengatakan, menjamurnya pedagang bendera musiman dari luar Madura itu, tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap omzet penjualan bendera miliknya.

Dikatakan, ia jualan bendera sejak 2.000 lalu. Selama ini pembeli bendera tetap ramai, meski sekarang pedagang bendera dari luar Madura menyerbu Pamekasan.

“Pembelinya bukan hanya masyarakat umum, tapi juga pelanggan kami yang sudah lama membeli bendera di toko kami. Dan bendera yang kami jual dengan harga pas, tidak tawar -menawar,” ujar Syafii.

Diungkapkan, bendera yang dijual ini membeli di Surabaya, termasuk pedang bendera lain di Pamekasan juga kulakan bendera ke Surabaya. Setiap 17 an, ia menyediakan sebanyak 30 kodi atau 600 buah bendera dari berbagai jenis dan ukuran.

Bahkan, kata Syafii, tahu lalu sebelum 17 Agustus, barangnya sudah habis terjual semua. Sehingga berangkat langsung ke Surabaya naik bus untuk kulakan lagi. Biasanya pengiriman bendera dari Surabaya dikirim lewat jasa pengiriman ekspedisi. Hanya saja waktnya 3 hari baru tiba.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved