Berita Sidoarjo

Anggota BIN Gadungan Berpistol Mengaku Berpangkat Irjen Ditangkap, Korban Sudah Puluhan

Dua orang yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) diamankan Polisi dan TNI di Sidoarjo

Anggota BIN Gadungan Berpistol Mengaku Berpangkat Irjen Ditangkap, Korban Sudah Puluhan
Istimewa
Tersangka Imam Dhofir saat dilakukan pemeriksaan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dua orang yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) diamankan Polisi dan TNI di Sidoarjo.

Kedua pelaku bernama Sunarto (43) asal Candi, Sidoarjo dan Imam Dhofir (54) asal Rajabasa, Bandar Lampung. Keduanya melakukan penipuan rekrutmen anggota BIN dan korban penipuan dua tersangka tersebut mencapai 28 orang.

Salah satu dari pelaku bahkan mengaku berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dan memiliki pistol revolver air soft gun.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera membenarkan kalau ada penangkapan sejak Senin (22/7/2019) dan Selasa (23/7/2019) oleh Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polresta Sidoarjo.

"Benar ada dua orang ditangkap yang diduga pelaku penipuan yang mengaku sebagai anggota BIN. Dan penipuan ini terjadi sejak 31 Desember 2018," ujarnya, Kamis (25/7/2019).

Barung menjelaskan, untuk modus yang dilakukan kedua pelaku dengan cara mengaku sebagai anggota BIN menawarkan bantuan. Keduanya membujuk korbannya untuk masuk menjadi anggota BIN dengan membayar sejumlah uang.

"Tersangka memberikan penawaran agar korban membayar Rp 11,5 juta. Setelah itu dapat kartu anggota BIN dan surat tugas khusus," jelasnya.

Barung juga menerangkan, berdasarkan keterangan tersangka, korban penipuan ini sudah mencapai puluhan.

"Karena tersangka Sunarto telah menipu empat korban. Kemudian yang tersangka kedua yaitu Imam telah menipu 24 orang," tambahnya.

Selain itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa tanda pengenal BIN palsu berpangkat Irjen dan Kolonel, kartu pemegang senpi, KTP Surakarta, KTP Lampung serta senjata revolver air soft gun.

Atas perbuatannya, kedua tersangka terjerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Dengan ancaman hukuman penjara lebih dari empat tahun.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved