Berita Pamekasan

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Minta Pemerintah Stop Impor Garam, Ini Alasannya

Wakil Ketua DPRD Pamekasan mengatakan anjloknya harga garam petani dipasaran salah satunya disebabkan impor garam yang berlebihan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Minta Pemerintah Stop Impor Garam, Ini Alasannya
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Petani Garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Anjloknya harga garam di Madura khususnya di wilayah Pamekasan yang dibeli dengan harga Rp 250 - Rp 300 rupiah per kilo, mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Hermanto, Rabu (24/7/2019). Hermanto mengatakan anjloknya harga garam petani dipasaran salah satunya disebabkan impor garam yang berlebihan.

Menurutnya, dengan melimpahnya stok garam, mengakibatkan harga garam yang diproduksi petani menjadi anjlok, sehingga ia menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan impor.

“Kami minta pemerintah jangan terlalu banyak impor garam dulu dari luar negeri, dan menghabiskan dulu produk garam dalam negeri,” kata Hermanto.

Seruan itu juga diakui Hermanto ketika menghadap ke Kementerian BUMN di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, politisi partai Demokrat ini juga meminta pemerintah untuk menjaga harga garam di kala musim panen tiba agar tetap stabil dan terkontrol.

“Namun sampai sekarang belum juga ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah memasukkan garam ke dalam sembilan bahan pokok makanan sehingga harga garam terpantau dan terdeteksi.

“Selama tidak masuk ke dalam sembilan bahan pokok makanan, mungkin selamanya harga garam akan tetap seperti sekarang ini,” tandasnya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved