Tak Ada Biaya Tambahan Jika Penerapan Tes Urine Bagi Calon Pengantin Diterapkan

Kemenag Kabupaten Malang memastikan tak akan menarik biaya tambahan bagi calon pengantin jika nantinya wacana tes urine bagi calon pengantin

Tak Ada Biaya Tambahan Jika Penerapan Tes Urine Bagi Calon Pengantin Diterapkan
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi tes urin. 

SURYA.co.id | MALANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang memastikan tak akan menarik biaya tambahan kepada calon pengantin jika nantinya wacana tes urine bagi calon pengantin di Kabupaten Malang jadi diterapkan.

Hingga kini, Kemenag Kabupaten Malang masih menunggu surat dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur terkait teknis pelaksanaan dan kepastian program ini.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat  Kemenag Kabupaten Malang, Irfan Hakim menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Malang

"Program dilaksanakan gratis, karena nikah di kantor saat ini gratis," ujar Irfan ketika dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Irfan menambahkan, terkait tempat pelaksanaan tes urine bagi calon pengantin, akan dilakukan di BNN Kabupaten Malang. Ini dikarenakan Kanwil Kemenag Jatim hanya melakukan MoU dengan BNN Provinsi dalam teknisnya pelaksanaannya

"Gratis bila tesnya dilaksanakan di BNN setempat, untuk kota yang belum memiliki BNN, masih dalam kajian mencari solusi pelaksanaannya bagaimana nanti," imbuh Irfan.

Nantinya setelah melaksanakan tes urine, calon pengantin akan mendapatkan surat keterangan bebas narkoba dari BNN yang juga harus diserahkan satu pintu ke Kantor Urusan Agama (KUA).

Irfan juga menginformasikan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur telah menetapkan 15 daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang untuk melakukan tes urine bagi calon pengantin.

Calon pengantin juga diwajibkan untuk melakukan suntik TT (Tetanus Toksoid) bagi mempelai perempuan. Jika benar-benar diterapkan, calon pengantin juga harus bisa menunjukkan hasil tes urine. Kabarnya, pemberlakuan tes urine ini diterapkan pada Agustus 2019.

"Masih perlu sosialisasi agar masyarakat faham manfaatnya juga dipersiapkan fasilitas agar dapat dicukupi dengan anggaran negara," tutup Irfan. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved