Setahun, Kejari Lamongan Selamatkan Miliaran Rupiah Uang Negara

Selama setahun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan sebagai pengacara negara telah berhasil menyelamatkan miliaran Rupiah uang negara.

Setahun, Kejari Lamongan Selamatkan Miliaran Rupiah Uang Negara
Kompas.com
Ilustrasi 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Selama setahun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan sebagai pengacara negara telah berhasil menyelamatkan miliaran uang negara.

Kasi Intel Kejari Lamongan, Dino Kriesmiardi dalam keterangannya pada Surya.co.id, Selasa (23/7/2019) mengatakan, selama kurun waktu setahun ini pihaknya berhasil menyelamatkan miliaran Rupiah uang negara yang diantaranya berasal dari kredit macet di bank dan juga di BPJS Kesehatan.

"Ada setidaknya 3 kasus dimana Kejari Lamongan berhasil memulihkan uang negara," katanya.

Dino merinci, yang pertama adalah permasalahan kredit macet kepada Bank Daerah Lamongan yang telah dipulihkan dengan total jumlah uang sebesar Rp. 223.399.300. Kedua, lanjut Dino, pemulihan pada PD Aneka Usaha dengan nilai total Rp. 600 juta.

Uang negara lainnya yang berhasil diselamatkan, lanjut Dino, yaitu pada akhir tahun 2018 dimana Kejari Lamongan telah memulihkan tunggakan iuran BPJS Kesehatan dengan total nilai sebesar Rp. 399.531.908.

"Untuk yang di PD Aneka usaha ini baru dibayar Rp. 60 juta, sementara sisanya dicicil," terang Dino di kantor Kejari, Jalan Veteran Lamongan.

Terkait penanganan kasus, lanjut Dino, dalam kurun waktu antara Januari hingga Juli 2019 ini Kejari Lamongan telah menyelesaikan sebanyak 141 pwrkara tindak pidana umum. Ke 141 perkara ini, kata Dino, didominasi perkara pencurian sebanyak 40 perkara, Narkotika 23 perkara, Perjudian 17 perkara dan penipuan sebanyak 14 perkara.

"Untuk perkara yang menarik perhatian, yaitu atas nama AG, guru yang melakukan tindak asusila dengan tuntutan 14 tahun," ungkapnya.

Sementara, hingga saat ini pihak Kejari Lamongan juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi, yaitu penyimpangan dana hibah di KPU Lamongan yang terjadi pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lamongan tahun 2015. "Kami masih melakukan penyelidikan belum bisa mengungkap secara detail.

Kami sudah melakukan pemeriksaan sekitar lima orang dan perkiraan kerugian uang negara yang diungkapkan dari tim penyidik hampir 1 Miliar," pungkasnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved