Berita Banyuwangi

Permainan Tradisional Berkarakter Sebagai Detoks Gadget Bagi Anak

Pesta permainan tradisional, yang dibalut ajang Festival Permainan Tradisional bagi anak-anak.

Permainan Tradisional Berkarakter Sebagai Detoks Gadget Bagi Anak
surya.co.id/haorrahman
Festival Permainan Tradisional bagi anak-anak. 

Mulai proses pembuatannya yang membutuhkan ketekunan, tidak bisa instan, hingga butuh kerja bareng saat memainkannya.

Bahkan seperti lompat tali dan gobak sodor mengajarkan pentingnya kerja sama dalam tim.

“Gotong royong sebagai intisari Pancasila juga diajarkan dalam banyak permainan tradisional, yang dalam beberapa tahun kita semarakkan dalam festival,” papar Anas.

Anas menambahkan, permainan tradisional juga menumbuhkan sikap saling peduli karena para pemainnya saling berkomunikasi.

Berbeda dengan gadget yang justru kerap membuat kita acuh dengan lingkungan.

“Main dakon minimal butuh dua orang. Ada canda tawa di sana. Apalagi kalau main gobak sodor atau benteng-bentengan, bisa belasan anak ikut bermain. Ada tatap muka dan interaksi,” ujarnya.

Festival itu sendiri berlangsung semarak. Peluru-peluru berdesing. Mobil-mobil berlalu lalang.

Namun, jangan bayangkan situasi mencekam di lokasi tersebut. Yang ada justru sebaliknya. Penuh keceriaan, canda tawa, dan suka cita.

Peluru yang berdesing itu bukanlah peluru sungguhan, melainkan peluru kertas yang ditembakkan dari pistol-pistolan berbahan bambu.

Begitu pun dengan mobil yang berlalu-lalang. Itu hanyalah mobil mainan.

Ada mobil mini berbahan bambu, ada pula yang berbahan kulit jeruk bali dan sabut kelapa.

Selain bedhil-bedhilan (tembak-tembakan) dan mobil-mobilan, ragam permainan tradisional lain dimainkan ribuan anak.

Mulai congklak, engklek, lompat tali, jek-jekan, gobak sodor, egrang, hingga lompat tali.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved