Breaking News:

Berita Tulungagung

Fenomena Perilaku Seksual Sesama Jenis LSL Direspon Baik, KPA Tulungagung Sebut Mudahkan Penanganan

KPA Tulungagung, Ifada Nur Imaniar, bersyukur fenomena perilaku seksual sesama jenis laki-laki seks laki-laki (LSL) mendapat respon luas

SURYAOnline/david yohanes
Pelaksana Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar. 

“Belum-belum sudah ada yang menyatakan, pihak kami tidak ada LSL. LSL itu fenomena tertutup, tahu dari mana kalau tidak ada LSL?” keluh Ifada.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, M Mastur, menambahkan semua pihak terkait sudah melakukan koordinasi di kantornya, hari ini.

Semua OPD yang punya fungsi pengasuhan anak, sepakat mengintegrasikan dan mengintensifkan program sehingga menjadi satu kerangka yang utuh.

“Jadi Dinkes tugasnya apa, Kemenag tugasnya apa, Dinsos tugasnya apa, Dinas Pendidikan tugasnya apa, saling melengkapi sehingga programnya utuh, dan tidak tumpang tindih” ujar Mastur.

Lanjutnya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan mengaktifkan dan mengintensifkan Forum Anak Desa.

Sehingga anak-anak di desa punya kegiatan positif, dan tidak terjerumus dalam kegiatan seksual menyimpang.

Kemudian Kemenag dan Dinas Pendidikan akan memperkuat peran guru, agar lebih tajam mendeteksi anak yang punya kecenderungan LSL.

Sementara kurikulum soal reproduksi, akan ditambahi porsinya sesuai umur anak.

“Peran keluarga harus diberdayakan, untuk meningkatkan peran ayah dan ibu. Kami sudah melakukan pelatihan parenting di beberapa desa,” pungkas Mastur.

Hasil penjaringan di tujuh kecamatan dari 19 kecamatan di Tulungagung, ditemukan 498 pelaku LSL.

Dari jumlah itu, 60 persen di antaranya adalah usia pelajar, dari 11 tahun hingga 20 tahun.

Hasil tes HIV 175 orang dari 498 temuan LSL itu, 21 orang di antaranya positif HIV.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved