Berita Pasuruan

Disnakertrans Jatim Klaim Angka Pengangguran Turun, Ini Alasannya

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim terus berupaya menekan angka pengangguran di Jawa Timur

Disnakertrans Jatim Klaim Angka Pengangguran Turun, Ini Alasannya
galih lintartika/surya
Kepala Disnakertrans Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, saat hadir dalam acara Job Market Fair 2019 di UPT BLK Pandaan, Rabu (24/7/2019). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim terus berupaya menekan angka pengangguran di Jawa Timur. Data terbaru, angka penggangguran di Jawa Timur mencapai 800 ribu orang, dan data ini menurun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 900 ribu orang.

Salah satu upaya menekan angka pengangguran adalah dengan menggelar banyak Job Fair di sejumlah UPT Balai Latihan Kerja (BLK) di sejumlah titik di Jawa Timur. Kepala Disnakertrans Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, mengatakan salah satu upaya mengurangi angka pengangguran itu dengan memperbanyak Job Fair di sejumlah UPT BLK milim Disnakertrans Jawa Timur di Kota dan Kabupaten yang ada.

"Daya serap pengangguran saat job fair ini lumayan bagus. Dari monitoring dan evaluasi kami setiap selesai menggelar Job Fair, daya serap pengangguran mencapai 60 persen lebih. Ini sangat lumayan besar, dan berkontribusi mengurangi angka pengangguran sekarang dengan tahun lalu," kata dia saat hadir dalam acara Job Market Fair 2019 di UPT BLK Pandaan, Rabu (24/7/2019).

Ia menjelaskan, job fair ini menjadi wadah dalam mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.

Ini memutus jangkauan karena persoalan selama ini kadang pencari kerja tidak ketemu dengan perusahaan yang mereka lamar.

"Potensinya kalau dikirim melalui pos atau online itu bisa jadi tidak sampai. Nah, kalau ketemu langsung seperti ini kan peluangnya lebih besar, karena pencari kerja bisa mengaplikasikan atau mendaftar lowongan yang ada sesuai dengan potensi atau skil pribadinya," tambahnya.

Dijelaskan Himawan, kenapa banyak pengangguran di Jawa Timur karena banyaknya angkatan kerja yang tidur.

Mereka rata-rata fresh graduate.

Nah, paling tinggi angka pengangguran itu berasal dari siswa SMA dan SMK.

"Makanya dengan job fair ini, kami membuka kesempatan dan peluang yang kesulitan mencari kerja. Minimal misal tidak diterima mentalnya sudah tertata. Kalau ingin lunya skil tambahan, kami siapkan BLK ini. Bisa untuk latihan san menimba ilmu," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved