Viral Media Sosial

Setubuhi Pendaki Cewek yang Hipotermia Dinilai Sesat, Ini 3 Kasus Pendaki Tewas karena Serangan itu

Kabar adanya pendaki cewek yang disetubuhi di Gunung Rinjani karena terserang hipotermia viral di media sosial.

Setubuhi Pendaki Cewek yang Hipotermia Dinilai Sesat, Ini 3 Kasus Pendaki Tewas karena Serangan itu
dok.pribadi/kompas.com
Shizuko meninggal dunia saat melakukan pendakian di puncak Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat. Pendaki berusia 16 tahun tersebut meninggal karena serangan hipotermia pada Selasa (24/12/2013) malam. 

Feri, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Cibeureum ini menuturkan, ketiga korban juga tidak membawa identitas.

"Menurut informasi, korban asal Indramayu," tuturnya.

Feri menyebutkan, untuk menuju puncak Gunung Tampomas di atas ketinggian 1.684 Mdpl dibutuhkan waktu pendakian hingga 3-5 jam.

"Katanya mereka mendirikan tenda di dekat Pos 4 di wilayah Narimbang, Conggeang Sumedang. Memang ada tiga jalur pendakian menuju Gunung Tampomas ini. Yakni dari Narimbang Conggeang, Cibeureum Cimalaka, dan Padatungan Cimalaka," sebutnya.

Feri menambahkan, hingga saat ini di Gunung Tampomas belum terbentuk tim rescue khusus.

Padahal, tiap akhir pekan, puluhan pendaki datang dari berbagai daerah untuk berkemah di kawah dan puncak Gunung Tampomas.

Hingga Minggu pukul 15.00 WIB, petugas gabungan dari BPBD Sumedang, Basarnas Bandung hingga Polres Sumedang menuju lokasi tenda ketiga korban.

Disetubuhi= Sesat

Sebelumnya, beredar informasil viral mengenai penanganan hipotermia menyebar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, disebutkan bahwa "skin to skin" untuk menangani hipotermia adalah dengan cara disetubuhi.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa jika seseorang yang dalam keadaan hipotermia berada pada kondisi darurat, maka ia harus disetubuhi.

Hipotermia adalah suatu kondisi ketika mekanisme tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu tubuh pada tekanan suhu dingin di mana suhu tubuh di bawah 35 derajat celcius.

Benarkah bisa menangani hipotermia dengan cara ini?

Mengonfirmasi hal ini, Kompas.com (jaringan Surya.co.id) menghubungi Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Suhri Sinaga, Senin (22/7/2019).

Ia menegaskan, menghangatkan tubuh seseorang yang mengalami hipotermia dengan cara disetubuhi adalah hal keliru.

"Menurut saya, itu enggak benar cara menanganinya.

Kalau yang kami pernah pelajari, cukup dengan mengganti pakaian dan memakai selimut saja," ujar Sinaga saat dihubungi Kompas.com pada Senin (22/7/2019).

"Tidak ada itu metode menyetubuhi, itu ajaran sesat," ujar Sinaga.

Adapun metode "skin to skin" yang diperbolehkan adalah kulit bersentuhan dengan kulit, bisa dengan saling berpelukan, misalnya di dalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu badan ke angka normal.

Sinaga mengatakan, jika korban hipotermia mengenakan baju yang basah, maka ia dilepas bajunya dan diganti dengan pakaian kering.

Cara lain yang bisa dilakukan, dengan melepas semua pakaian basah dan saling berpelukan di dalam sleeping bag antara sesama gender.

Misalnya, jika yang mengalami hipotermia adalah laki-laki, maka penanganan dilakukan oleh laki-laki juga.

"Kalau dia perempuan dengan perempuan dalam satu sleeping bag, itu oke.

Laki-laki dengan laki-laki itu oke. Pasangan suami-istri juga oke.

Bukan, laki-perempuan disetubuhi," jelas Sinaga. (kompas.com/tribunnews)

Setubuhi Pendaki Cewek yang Hipotermia Dinilai Sesat, Ini 3 Kasus Pendaki Tewas karena Serangan itu

4 Fakta Info Viral Pendaki Cewek di Rinjani Disetubuhi untuk Atasi Hipotermia, ini Cara yang Benar

Sosok Driver Gojek yang Viral Beri Jaket ke Remaja Tanpa Busana Terungkap, ini Kronologi Sebenarnya

6 FAKTA VIRAL Bule Prancis Dinikahi Pria Minang, Kisah Cintanya Unik, Tatto ini Simbol Kecintaannya

 

Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved