Pemilu 2019 Selesai, KPU Jatim Bentuk Helpdesk Bantu 19 Daerah Penyelenggara Pilkada Serentak 2020

Setelah pelaksanaan Pemilu 2019, KPU Jatim membentuk helpdesk untuk membantu penganggaran KPU daerah penyelenggara pilkada serentak 2020

Pemilu 2019 Selesai, KPU Jatim Bentuk Helpdesk Bantu 19 Daerah Penyelenggara Pilkada Serentak 2020
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro ketika memberikan penjelasan di sela Rapat Evaluasi Pemilu 2019 yang berlangsung di Surabaya, Selasa (23/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah pelaksanaan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur langsung melakukan persiapan pemilu kepala daerah serentak 2020 mendatang. Secara khusus, KPU Jatim membentuk helpdesk untuk membantu penganggaran KPU daerah penyelenggara.

"Secara informal, kami membentuk helpdesk bagi kalangan internal untuk membantu melakukan review terhadap rencana anggaran yang disusun KPU daerah," kata Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro ketika dikonfirmasi di sela Rapat Evaluasi Pemilu 2019 yang berlangsung di Surabaya, Selasa (23/7/2019).

Melalui helpdesk tersebut, pihaknya akan merekomendasikan sejumlah kebijakan. "Kami akan merekomendasikan penambahan atau pengurangan. Sehingga, ketika anggaran KPU Kabupaten/Kota di bawa diusulkan, dapat meyakinkan masing-masing daerah," katanya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran KPU Kabupaten/Kota penyelenggara pilkada 2020. "Kami baru saja menggelar pertemuan melalui rapat koordinasi perencanaan anggaran," kata Gogot.

Pihaknya berharap seluruh kabupaten / kota untuk melakukan penyamaan persepsi mengenai kebutuhan anggaran. "Kami berharap anggaran dapat disusun secara hati-hati dan maksimal. Kemudian, memperhatikan komponen anggaran dan menutupi kebutuhan pilkada," katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 19 daerah dari 38 kabupaten/kota di Jatim menyelenggarakan pemilihan kepala daerah di 2020 mendatang. Di antaranya Kabupaten Tuban, Surabaya, hingga Pacitan.

Pemkab Tuban, misalnya menyiapkan anggaran mencapai Rp74 miliar, dengan pembagian sejumlah pos yang berbeda. Nilai sebesar itu terbagi untuk beberapa instansi.

Di antaranya, untuk KPU sebesar Rp54,02 miliar, dan Bawaslu Rp16,64 miliar. Sedangkan untuk anggaran pengamanan dari Polres Tuban dialokasikan sebesar Rp3 Miliar, Kodim Rp370 juta, Subdenpom Rp10 juta, dan Kompi Rp20 Juta.

Berbeda halnya dengan KPU Kabupaten Gresik yang merencanakan total anggaran sebesar Rp45 miliar. Sementara Bawaslu Gresik mengusulkan anggaran mencapai Rp16 miliar.

"Rancangan dari masing-masing daerah baru sebatas rencana. Nantinya, akan diusulkan kepada pemerintah bersama DPRD setempat untuk bisa masuk di dalam pengganggaran 2020," katanya.

Pihaknya optimistis bahwa proses penganggaran tak menemui kendala. "In sha Allah, tak ada kendala. Daerah kan juga sukses melaksanakan pemilihan Gubernur hingga pemilu. Sehingga, kedepan akan berlangsung aman," pungkas Gogot.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved