Parpol Besar Mendominasi Pelanggaran Pemilu di Kota Malang

Bawaslu kota Malang menemukan ratusan pelanggaran pemasangan APK saat pemilu 2019. Pelaku pelanggaran dominan partai besar.

Parpol Besar Mendominasi Pelanggaran Pemilu di Kota Malang
tribun jatim/aminatus sofya
Anggota Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Safara, saat ditemui dalam Rapat Evaluasi Fasilitasi Pemilu 2019 di Kantor KPU Kota Malang 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang menemukan 119 kasus pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK) selama Pemilu 2019.

Pelanggaran itu didominasi oleh parpol-parpol besar.

"Kalau mayoritas pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran pemasangan APK. Ini sampai 95 persen dan didominasi oleh Parpol besar," ucap anggota Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Safara, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, penyebab parpol besar mendominasi pelanggaran kampanye adalah ketersediaan logistik yang mumpuni, "Kalau logistiknya besar, otomatis kampanye dia massif juga. Nah itu sebabnya pelanggaran pemasangan APK didominasi parpol besar," imbuhnya.

Dari temuan di lapangan,  masih banyak APK yang dipasang tidak sesuai UU Pemilu maupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 tahun 2018.

Berdasarkan PKPU, ada empat tempat yang dilarang dipasangi APK diantaranya tempat ibadah termasuk halaman, Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah serta lembaga pendidikan.

"Ada juga misalnya yang ditaruh di pohon atau tiang listrik. Itu kami cabut, kami bersihkan," ucapnya.

Dari seluruh pelanggaran yang terjadi, tidak ada sanksi pidana yang dijatuhkan. Paling pol kata dia adalah sanksi pencabutan APK.

"Kalau pidana nggak ada. Kalau berkaitan dengan APK, sanksinya hanya dicabut," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved