Ortu Ungkap Perilaku Aneh 15 Siswa Korban Pencabulan Setelah Diajak Berhubungan Badan Guru Pramuka

Perilaku siswa SD dan Siswa SMP itu berubah mendadak setelah mendapat perilaku tak senonoh oleh guru pramukanya, Rahmat Santoso Slamet (30).

Ortu Ungkap Perilaku Aneh 15 Siswa Korban Pencabulan Setelah Diajak Berhubungan Badan Guru Pramuka
Youtube
Ilustrasi Ortu Ungkap Perilaku Aneh 15 Siswa Korban Pencabulan Setelah Diajak Berhubungan Badan Guru Pramuka 

Orang tua korban siswa pencabulan

Menemukan perilaku aneh anaknya

Seusai diduga diajak berhubungan badan oleh guru pramuka

---------------------------------------

SURYA.co.id | SURABAYA - Para orang tua siswa SD dan Siswa SMP korban pencabulan guru pramuka mengungkap perilaku aneh anak-anaknya.

Perilaku siswa SD dan Siswa SMP itu berubah mendadak setelah mendapat perilaku tak senonoh oleh guru pramukanya, Rahmat Santoso Slamet (30).

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menuturkan awal mula para orangtua yang anaknya jadi korban pencabulan pelaku melapor ke Polda Jatim.

"Orang tua dari anak yang menjadi korban ini melapor ke kami Kemudian kami melakukan penyelidikan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (23/7/2019).

Guru Pramuka di Surabaya Ajak Berhubungan Badan 15 Siswa SD & SMP di Kamar Pribadi, Begini Modusnya

Napi Ini Koleksi 1.300 Video Mesum 50 Pelajar dari Penjara, Korban Diminta Kirim via WhatsApp (WA)

Guru pramuka saat dikeler Anggota Renakta Ditreskrimum Polda Jatim di Balai Wartawan Mapolda Jatim
Guru pramuka saat dikeler Anggota Renakta Ditreskrimum Polda Jatim di Balai Wartawan Mapolda Jatim (SURYA.co.id/LUHUR PAMBUDI)

Ia menjelaskan, sebelum melapor para orangtua ternyata didasari oleh kecurigaan atas perilaku aneh dari anak mereka.

Ada orangtua yang curiga karena anaknya mendadak menjadi sangat tertutup.

Dan ada pula yang anak mereka yang mendadak berubah pola pergaulannya saat di sekolah.

"Iya ada perubahan perilaku pada anak-anak. Tentunya tiap anak berbeda-beda," katanya.

"Ada yang berubah perilakunya, ada yang cenderung tertutup. Lainnya, ada perubahan pergaulan di sekolahnya," lanjutnya.

Sebelum terkumpul hingga 15 korban, Polda Jatim mulanya menerima laporan dari tiga orangtua yang merasa anaknya menjadi korban pencabulan.

"Yang melapor ke kami tiga orang, lalu kami kembangkan dan menemukan 11 anak lagi dari 3 sekolahan berbeda, dan 1 korban anak tetangga," tandasnya. (Luhur Pambudi)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved