Berita Tulungagung

Kamar Kos Short Time Marak di Tulungagung, Pemakai Diduga Bukan Suami Istri, Tarif mulai Segini

Fasilitas kamar kos berdurasi beberapa jam atau harian marak ditawarkan lewat media sosial di Tulungagung.

Kamar Kos Short Time Marak di Tulungagung, Pemakai Diduga Bukan Suami Istri, Tarif mulai Segini
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Pasangan bukan suami istri yang ditemukan tinggal di kamar kos yang sama terjaring razia Satpol PP Tulungagung, Kamis (9/8/2018). Tawaran kamar kos berdurasi singkat kini marak di Tulungagung. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Fasilitas kamar kos berdurasi beberapa jam atau harian marak ditawarkan lewat media sosial di Tulungagung.

Pemilik jasa persewaan ini selalu menekankan, lokasi di sekitar kota, aman, kamar mandi dalam serta fasilitas tisu.

Hasil penelusuran, harga yang ditawarkan mulai Rp 20.000 per jam, Rp 35.000 per dua jam, Rp 50.000 untuk 3 jam, Rp 65.000 untuk 4 jam, dan Rp 70.000 untuk 7 jam.

Ada pula paket malam, pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB seharga Rp 80.000. Sedangkan untuk paket 24 jam, tarifnya mencapai Rp 150.000.

Keberadaan persewaan kos "short time" ini diduga ditawarkan untuk pasangan bukan suami istri.

Salah satu indikasinya, saat 7 siswa SMP digerebek di salah satu kamar kos sedang pesta minuman keras, pada bulan April 2019 lalu.

Kamar kos yang dipakai, diketahui disewa dengan durasi beberapa jam.

"Perhatikan saja, kalau musim liburan sekolah, unggahan promosi kos shot time ini semakin marah," ujar warga bernama Joko.

Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Tulungagung, Kustoyo mengatakan, pihaknya masih mendalami informasi kamar kos "short time" ini.

Jika memang ditemui kegiatan yang melanggar Perda, Satpol PP akan melakukan tindakan.

"Jika disalahgunakan, kami akan lakukan penertiban," tegas Kustoyo. (David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved