Isak Tangis Mewarnai Pemakaman Korban Jatuhnya Pesawat Cessna 172 yang Berasal Dari Pasuruan

Isak tangis pecah ketika pemakaman Muhammad Salman Alfarisi, korban jatuhnya pesawat Cessna 172 di Indramayu

Isak Tangis Mewarnai Pemakaman Korban Jatuhnya Pesawat Cessna 172 yang Berasal Dari Pasuruan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Suasana pemakaman Muhammad Salman Alfarisi, korban jatuhnya pesawat Cessna 172 di Indramayu. Salman dimakamkan di kampung halamannya di kota Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Isak tangis pecah ketika peti jenazah Muhammad Salman Alfarisi, korban jatuhnya pesawat Cessna 172 di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu tiba di rumah duka di Perumnas Bugul Kidul, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Selasa (23/7/2019) malam.

Jenazah diterbangkan dari Jakarta selasa sore, dan tiba di rumah duka setelah magrib. Jenazah diantarkan menggunakan ambulan milk TNI-AU, dan langsung disalatkan setibanya di rumah duka. Ratusan orang mulai dari tetangga, keluarga dan teman - teman almarhum ikut menyalatkan jenazah. 

Keluarga tampak lemas begitu jenazah sudah mulai diangkat dan dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Tangisan mengiringi kepergian almarhum ke tempat pemakaman. Banyak pihak yang merasa kehilangan dan duka mendalam atas kepergian almarhum.

"Dia anaknya baik dan ramah. Jadi kami pun akrab, meski dia jarang pulang karena sedang menyelesaikan pendidikan," kata Dayat, tetangga korban yang ikut mengantarkan almarhum ke pemakaman.

Dani, salah satu teman almarhum juga mengatakan hal yang sama. Ia mengakui bahwa almarhum adalah sosok yang sangat ramah dan baik hati. 

"Kami sangat dekat. Dan kami pun sering bersama. Dia sosok teman yang sangat baik. Tidak sombong dan tidak sungkan memberikan bantuan. Ada temannya butuh, dia selalu membantu. Karena kebaikannya, dan suka membantu teman yang susah, dia banyak temannya," paparnya.

Di mata keluarga, Alfarisi juga dikenal sebagai sosok anak yang penurut dan baik terhadap siapa saja. Moch Hasim, paman korban, mengakui bahwa keponakannya ini ringan tangan. Tidak pernah perhitungan dengan siapa saja, apalagi sama keluarga.

"Anaknya baik. Kalau ada keluarga dia ya merangkul semuanya. Bisa bergaul dengan siapa saja.kenangan sama saya, dia itu selalu jemput anak saya saat main ke rumahnya di Pasuruan sini. Sesibuk apapun dia, kalau ada keluarga, Alfarisi selalu meluangkan waktu," jelasnya. 

Ini Pesan Terakhir Salman Alfarisi pada Sang Ayah Sebelum Menjadi Korban Pesawat Cessna 172

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved