Liputan Khusus

Pengusaha Biro Wisata Menjerit, Banyak Pelanggan Batalkan Tur Imbas Tiket Pesawat Mahal

Pelanggan merasa kaget dengan harga yang semula sudah ditentukan, tiba-tiba nilainya membengkak.

tribun jatim/kukuh kurniawan
Suasana Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Juanda, Selasa (2/7/2019). 

Mulai dari kendala kondisi keamanan negara karena masalah terorisme hingga bencana alam, membuat orang takut berkunjung atau berwisata.

“Namun saat ini yang membuat orang lebih takut itu, karena harga tiket pesawat yang tinggi,” ungkapnya saat ditemui di Ballroom Hotel Suites Surabaya, pekan lalu.

Dia mengatakan, hingga 2020 Kementerian Pariwisata memasang target wisatawan domestik 275 juta dan wisatawan asing Rp 20 juta.

Adanya permasalahan-permasalahan ini, menurut dia, sepertinya agak berat untuk mencapai target.

“Orang yang tadinya mungkin mau berwisata atau mau kunjungan kerja dan lainnya ya jadi berkurang, mengingat harga tiket pesawat ini tinggi,” ujarnya.

Dikatakannya, jika antusiasme wisatawan itu mulai berkurang maka dampaknya juga akan dirasakan pengelola hotel dan restoran.

“Dampaknya pasti semuanya berkurang , istilahnya menjerit ini untuk biro perjalanan dan hotel,” jelasnya.

Penurunan Tamu Hotel Tak Terlalu Besar

Marketing Communication Manager Hotel Best Western Papilio Surabaya Intan Manullang tak menampik, bila tiket pesawat yang mahal memberi efek penurunan jumlah tamu.

Namun, jumlah penurunannya tidak terlalu besar.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved