Berita Sampang

Pakai Sisa Dana PNM, PT Garam Janji Serap Garam Petani Lokal Madura

Gelar rapat terbatas bersama Gubernur Khofifah, PT Garam akan menyerap garam petani lokal Madura.

Pakai Sisa Dana PNM, PT Garam Janji Serap Garam Petani Lokal Madura
surya/fatimatuz zahro
Direktur Operasi PT Garam, Hartono, seusai rapat terbatas yang digelar di kantor Pemkab Sampang, selain dihadiri oleh Gubernur Khofifah juga dihadiri oleh Bupati se Madura, pejabat Pemprov Jawa Timur, dan juga asosiasi petani garam se Madura, Senin (22/7/2019). Fatimatuz zahroh 

SURYA.co.id | SAMPANG - PT Garam akan menyerap garam petani lokal Madura. Hal ini dikatakan Direktur Operasi PT Garam, Hartono, usai rapat terbatas dengan Gubernur Khofifah di Sampang, Senin (22/7/2019).

Hartono menuturkan PT Garam akan melakukan penyerapan garam petani lokal dengan alokasi dana sisa penyertaan modal negara (PMN) tahun lalu sebesar Rp 28 miliar. Jika kurang, PT Garam siap mengeluarkan dana operasional dari perusahaan guna melakukan penyerapan garam dari petani lokal termasuk di Jawa Timur khususnya di wilayah Madura.

"Kami dapat PMN di tahun 2015 yang sudah kami lakukan penyerapan di tahun 2016 hingga sekarang. Garam tersebut hingga kini masih ada di gudang kita, karena kami tidak bisa menjual kembali lantaran harga beli kita terlalu tinggi sedangkan sekarang harga jual rendah," kata Hartono.

Kendati demikian, Hartono meyakinkan bahwa tahun ini PT Garam tetap akan melakukan penyerapan garam para petani lokal.

Kapasitas penyerapan garam petani lokal tahun ini berkapasitas 75.000 ton.

"Kapasitas penyerapan kita 75.000 ton dari sisa dana PMN yang akan kita maksimalkan penyerapan di peak seoson," tegasnya.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa penyerapan garam petani lokal tahun ini akan dimaksimalkan dengan memanfaatkan sisa dana PMN sebesar Rp 28 miliar.

"Bila kekurangan kita ada dua opsi. Pertama kita akan ambilkan dari dana operasional perusahaan kita sendiri. Dan kedua kita maksimalkan revolving garam dari panen yang lalu," urai Hartono.

Penyerapan garam petani lokal dikatakan Hartono bakal dilakukan di peak season sekitar Agutus-Oktober dengan harga berkisar antara Rp 700.000 per ton.

Sebab sejak harga garam turun PT Garam mengaku belum melakukan penyerapan lagi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved