Berita Surabaya

Nissa Nurani Kenalkan Sculpture Painting ke Warga Surabaya, Teknik Baru Melukis dari Rusia

Sculpture painting adalah salah satu teknik seni melukis 3D dengan media memakai pisau dan plester atau semen.

Nissa Nurani Kenalkan Sculpture Painting ke Warga Surabaya, Teknik Baru Melukis dari Rusia
surya/habibur rohman
Peserta pelatihan Sculpture Painting oleh Nissa Nurani dari Naturacraft di Kana Furniture HR Muhammad Surabaya, Senin (22/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Apakah Anda pernah mendengar soal sculpture painting? Sculpture painting adalah salah satu teknik seni melukis 3D dengan media memakai pisau dan plester atau semen.

Sclupture painting ini dipopulerkan oleh Evgenia Ermilova asal Rusia. Salah satu seniman sculpture painting di Indonesia adalah Nissa Nurani dari Naturacraft, crafter sekaligus pengajar sculpture painting bersertifikat international.

"Kalau biasanya kita melukis pakai cat dan kuas, dalam sculpture painting melukisnya pakai pisau palet dan plester," jelas Nissa.

Pada Sabtu dan Minggu lalu, Nissa mengisi workshop sculpture painting yang diadakan Kana Furniture Surabaya Barat, bekerja sama dengan Basic Workshop.

Hari ini, Senin (22/7/2019) TribunJatim.com (grup surya.co.id) berkesempatan mewawancarainya tentang bagaimana melakukan sculpture painting.

Nissa menuturkan media yang dipakai untuk membuat sculpture painting harus kokoh dan memiliki tebal minimal satu cantimeter.

Media yang bisa dipakai antara lain kayu dan kaca.

"Plester ini sifatnya sama seperi cat, cuma plester itu bisa mengeras seperti semen. Nah saat mengeras, plester ini akan jadi berat, maka dari itu kita perlu bahan yang kokoh dan tebal," ujarnya.

Bahan plester ini akan mengering sendiri dalan kurun waktu satu minggu apabila dibiarkan terbuka dalam suhu ruangan.

Untuk mengaplikasikan plester ke media yang digunakan, pembuat sculpture painting harus menggunakan pisau palet.

"Pisau palet ini berfungsi seperti kuas," ujarnya.

"Kalau ditanya tips belajar sclupture painting? Harus sabar. Karena nggak bisa instan, mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lah hasilnya baru bisa kelihatan maksimal, rapih. Sama kayak orang belajar melukis, kan harus menguasai kuasnya dulu. Nah kalau belajar sclupture painting, yang harus dikuasai pisau," cerita perempuan kelahiran Cimahi ini.

Yenny Kwan, owner Basic Workshop yang juga mengikuti workshop sculpture painting bersama Nissa mengatakan, teknik tersebut tidak terlalu susah dilakukan.

"Hanya, perlu sering berlatih untuk melemaskan tangan," tandas Yenny.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved