Berita Pasuruan

Kantongi Nama Dugaan Korupsi Dispora, Kejari Kabupaten Pasuruan Tunggu Inspektorat Keluarkan Ini

Kejari Kabupaten Pasuruan menunggu hasil laporan penghitungan kerugian negara dari Inspektorat terkait kasus dugaan korupsi Dispora Kabupatem Pasuruan

Kantongi Nama Dugaan Korupsi Dispora, Kejari Kabupaten Pasuruan Tunggu Inspektorat Keluarkan Ini
surya/galih lintartika
Kajari Muh Noor dan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan masih menunggu hasil laporan penghitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Pasuruan terkait kasus dugaan korupsi atau mark up anggaran di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupatem Pasuruan.

Kepala Kejari Kabupaten Pasuruan, Muh Noor, menyatakan belum menerima hasil penghitungan kerugian negara dari Inspektorat secara resmi atau formalnya sehingga tidak bisa melangkah lebih jauh untuk melanjutkan pengusutan kasus ini.

"Kami sudah surati Inspektorat, terakhir kamis kemarin, tapi belum ada jawaban. Surat permintaan hasil laporan penghitungan kerugian negara," kata Noor, Senin (22/7/2019).

Noor menuturkan penyidikan kasus ini tidak bisa dilanjutkan karena menunggu hasil penghitungan kerugian negara tersebut.

Jika sudah ada hasilnya, dan ada kerugian negara, pihaknya bisa segera menetapkan tersangka.

Dia memastikan pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama-nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dispora ini.

"Tersangka lebih dari satu. Nah kami masih menunggu hasil resminya. Karena dalam persidangan nanti diminta hasil penghitungan resminya, bukan abal-abal dan didalamnya ada tanda tangan auditor dari Inspektorat dan sejumlah pihak," ungkapnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, menambahkan di dalam lembar hasil laporan pemeriksaan kerugian negara itu ada tanda tangan auditor Inspektorat dan Bupati Pasuruan.

"Semua pihak harus menandatangani laporan itu. Hasil penghitungan itu, kerugian negara sekitar Rp 1,1 miliar itu belum termasuk pajak dan sejenisnya. Jika pajak sudah dibayarkan, perkiraan kerugian negara di angka Rp 900 jutaan. Kami sudah dapatkan salinannya, tapi tidak bisa digunakan dasar. Kami masih menunggu salinan resminya," tukas Denny.

Denny, menegaskan calon tersangka itu sudah ada.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved