Syekh Rasyid, Hafidz Cilik Penebar Inspirasi : Penghafal Alquran juga Butuh Bermain

"Penghafal Alquran juga butuh bermain. Tapi, bagi saya, tetap harus bisa membagi waktu. Agar tetap Istiqomah belajar Alquran," ujarnya.

Syekh Rasyid, Hafidz Cilik Penebar Inspirasi : Penghafal Alquran juga Butuh Bermain
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Syekh Rasyid (tengah) bersama ibunya saat berbagi tips dalam talk show yang digelar di Sidoarjo, Minggu (21/7/3019) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Syekh Rasyid, bocah 12 tahun yang sudah hafal 30 juz Alquran sejak berusia 8 tahun itu sama dengan anak-anak pada umumnya. Masih senang bermain dan kerap merasa berat saat harus terus-terusan belajar.

Di hadapan ratusan warga Sidoarjo dan Surabaya yang hadir dalam acara 'Orang Tuaku Bahagia, Karena aku Hafidz Al-Qur'an' yang digelar di Favehotel Sidoarjo, Minggu (21/7/2019), Syekh Rasyid berbagi banyak hal.

Bocah dengan nama asli Gilang Sapta Prima dan berganti nama Muhammad Abdul Rasyid usai melaksanakan umroh ke tanah suci Makkah di usia lima tahun itu, akrab disapa Achid oleh keluarganya.

Dalam acara ini, hafidz cilik kelahiran Pekanbaru, Riau yang piawai menirukan irama beberapa imam besar seperti Imam Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Quwait didampingi ibunya, Yulia Sofiyana.

"Tips paling utama untuk menghafal Alquran adalah Istiqomah," ujar Syekh Rasyid di hadapan hadirin yang mayoritas juga mengajak anak-anaknya itu.

Diakuinya, istiqomah itu hak yang tidak mudah, apalagi anak-anak. Selain sering malas, juga berat untuk mengalahkan rasa ingin terus bermain.

"Penghafal Alquran juga butuh bermain. Tapi, bagi saya, tetap harus bisa membagi waktu. Agar tetap Istiqomah belajar Alquran," ujarnya.

Selain itu, calon Tahfidzul Qur'an diharuskan sering-sering mendengar dan membaca serta melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hal itu diterapkan sendiri usai melaksanakan ibadah salat lima waktu.

"Habis subuh, baca Quran, habis Dzuhur baca lagi, habis ashar baca, begitu seterusnya. Ada kalanya kita juga mendengarkan, kemudian dilafalkan. Minimal, sehari lima juz baca Al-Qur'an," sebut bocah luar biasa ini.

Diakui, waktu yang paling berat membaca al-quran disaat waktu shubuh. Karena pada jam jam seperti itu sering diliputi rasa kantuk yang luar biasa. Namun, pantangan itu bisa dilalui dari kebiasaan.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved