Berita Sidoarjo

Setelah Razia Polisi, Pelaku Balapan Liar di Sidoarjo Tiarap

Hingar-bingar dan suara motor meraung-raung yang biasa menjadi hiasan kawasan ini, tak lagi nampak. Para pelaku balapan liar sepertinya sedang tiarap.

Setelah Razia Polisi, Pelaku Balapan Liar di Sidoarjo Tiarap
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Suasana jalan Jenggolo Sidoarjo yang terlihat lengang, tak seperti biasa yang kerap dipakai arena Balap Liar 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Susana pertigaan jalan Jenggolo di Sidoarjo terpantau sepi sejak Sabtu malam hingga Minggu (21/7/2019) dinihari.

Hingar-bingar dan suara motor meraung-raung yang biasa menjadi hiasan kawasan ini, tak lagi nampak. Para pelaku balapan liar sepertinya sedang tiarap.

"Iya, tidak seperti biasa. Malam Minggu biasanya banyak yang balapan di sini, sekarang sepi sejak malam malam tadi," ujar Ardian, pemuda setempat.

Sepertinya, para pebalap liar tidak berani beraksi lantaran polisi semakin giat dalam melakukan razia. Pekan lalu, ada lebih dari 300 sepeda motor diamankan dari razia di tempat ini.

Bahkan, joki dan pemilik motor yang dipakai balapan juga sempat diamankan petugas kepolisian.

"Dari ratusan motor yang disita, sampai sekarang juga masih ada puluhan yang belum diambil pemiliknya," ujar Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar, Minggu siang.

Dari evaluasi yang dilakukan dalam beberapa kali razia, diketahui ternyata yang biasa balapan di Sidoarjo adalah warga Surabaya. Itu terlihat dari surat-surat kendaraan yang disita petugas, serta para pelanggar yang diamankan polisi.

"Yang kemarin menabrak wartawan dalam razia itu juga warga Surabaya. Kemudian banyak lagi yang kendaraannya ditilang dalam arena balap liar di Jenggolo, juga warga Surabaya," lanjut Fahrian.

Terkait balap liar, Kasat Lantas mengaku akan terus menggelar razia meski beberapa lokasi sudah sepi. Pihaknya tidak mau, kelengahan petugas dimanfaatkan oleh para pelaku trek-trekan di jalan raya.

Ya, Sabtu malam hingga Minggu pagi kemarin, petugas juga masih mengelar razia. Dua tim Delta Speed disebar ke berbagai lokasi untuk memantau dan menertibkan kawasan yang kerap dipakai balapan.

Dua tim itu, termasuk yang berpatroli menggunakan seragam dinas, serta yang keloling di beberapa lokasi dengan berpakaian preman.

Dari Sabtu tengah malam hingga Minggu pagi sekira pukul 04.00 WIB, para personil yang menggelar razia kali ini tidak menemukan arena balap liar.

Kendati demikian, petugas tetap mendekati para remaja yang sedang nongkrong hingga dinihari. Mereka diminta membubarkan diri dan segera pulang oleh petugas.

Demikian halnya klub-klub motor yang berkumpul sampai dinihari, juga diminta buyar oleh petugas. "Kami juga mengimbau kepada warga yang parkir di badan jalan, nongkrong di warung-warung, dan sebagainya untuk tidak parkir sembarangan," ujar Iptu Heri, petugas yang ikut dalam razia.

Diharapkan, suasana seperti ini akan terus terjaga. Tidak ada lagi trek-trekan, pengendara ugal-ugalan, atau balapan liar di Jl Jenggolo, Sidoarjo. 

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved