Berita Surabaya

Makanan Sehat Dapat Menyebabkan Sensitivitas dalam Tubuh, Ini Penjelasannya

Pentingnya untuk terlebih dahulu mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan

Makanan Sehat Dapat Menyebabkan Sensitivitas dalam Tubuh, Ini Penjelasannya
surya.co.id/fikri firmansyah
Dr. Rudi Irawan (dua dari kiri), Spesialis Personalized Nutritions dan spesialis anak konsultan bersama dengan Product Executif Prodia Nur Ainsyah Oktavia saat hadir di acara Seminar Nasional untuk awam dengan tema Get Nutrified? Ask Your DNA! yang di selenggarakn oleh Prodia di Mahameru Restaurant Surabaya. Minggu (21/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Makanan "sehat" bisa menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.

Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Dr. Rudi Irawan spesialis Personalized Nutritions dan spesialis anak konsultan saat menjadi pembicara di seminar nasional untuk orang awam yang diselenggarakan Prodia, Minggu (21/7/2019) di Mahameru Restaurant Surabaya.

"Makanan cepat saji misalnya, akan mengaktifkan potensi sel kanker sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi punya risiko terjadinya peradangan," jelas Dr. Rudi.

Hal seperti itu, lanjut Dr. Rudi, tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih.

Product Executif Prodia Nur Ainsyah Oktavia, mengungkapkan pentingnya untuk terlebih dahulu mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai.

"Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan Pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, yaitu merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics," katanya.

Karena saat ini sudah mulai menjadi tren di kalangan masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti menjalankan diet mayo, diet keto, melakukan yoga, zumba, pound fit atau lari marathon dan kegiatan fisik lain.

Sayangnya, mereka belum tahu apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik itu sudah tepat untuk tubuh mereka atau belum.

"Selain tidak efektif, tentu kita tidak ingin ketidaksesuaian tersebut malah menimbulkan risiko penvakit." Jelas Ainsyah. (Fikri Firmansyah)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved